IKLAN

Ini Identitas Pelaku Diduga Perusuh Demo Damai Pendukung Imba-Boby di Kantor Bawaslu


Tiga warga diduga pelaku rusuh (garis hitam di mata) saat demo damai pendukung Imba-Boby di Kantor Bawaslu

Tiga warga diduga pelaku rusuh (garis hitam di mata) saat demo damai pendukung Imba-Boby di Kantor Bawaslu

MANADO – Jajaran Kepolisian Polda Sulut akhirnya berhasil mengungkap siapa pelaku pelemparan saat demo damai pendukung pasangan Calon Wali Kota-Wawali Manado yang dianulir KPU, Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud di kantor Bawaslu Sulut, Jumat (4/12).

Saat demo pendukung Imba-Boby yang meminta pasangan yang diusung Partai Golkar dan PAN diikutkan dalam kepesertaan Pilwako Manado, 9 Desember nanti diketahui sempat terjadi ketegangan antara aparat kepolisian dengan massa pendemo.

Ketegangan itu berujung rusuh menyusul terjadi aksi pelemparan batu menyebabkan aparat kepolisian yang sisga di lokasi demo harus melepaskan gas air mata kepada massa pendemo.

Sedikitnya ada lima pendemo harus dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Polri. Akan halnya, dua anggota polisi menderita luka akibat terkena lemparan batu.

Demo rusuh itu membuat anggota Tim Khusus Manguni Polda harus turun tangan. Akhirnya 3 warga yang tergabung dengan massa pendemo berhasil diamankan.

“Mereka diduga pelaku pelemparan membuat aksi demo itu berubah rusuh. Salah satu pelaku warga pendatang dari Halmahera tanpa identitas saat diamankan di lokasi rusuh” Kata Direskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi.

Pria pendatang itu yakni berinisial MQ alias Mustaqim (26), warga Bobane Halmahera Maluku Utara serta dua pelaku lainnya yang diamankan masing-masing SA alias Sahlan (19) warga Wonasa, Singkil yang keseharian berprofesi sebagai buruh bagasi dan AA alias Abdin (15) tercatat sebagai siswa juga warga Wonasa.

“Intinya kami polisi akan tindak tegas unras (Unjukl Rasa) yang coba-coba membuat anarkis. Penindakan kami ini untuk memberi rasa aman kepada masyarakat Manado lainnya menyambut pesta demokrasi pemilihan kepala daerah,” pungkas Ratulangi. (antoreppy)