IKLAN

Ingat Kasus Penggelapan Babuk Uang BNI 4,4 M? Mantan Direskrimsus Polda Sulut Kini Jalani Sidang


image

Foto ilus

MANADO – Ini perkembangan terbaru kasus penggelapan barang bukti uang BNI Rp 4.4 miliar yang sempat menggegerkan warga Manado medio Januari 2014 lalu. Mantan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sulut, Kombes Pol Yudar Lululangi yang disebut-sebut ikut terlibat dalam kasus yang mencoreng korps kepolisian Polda Sulut kini menjalani proses presidangan kode etik.

Sidang kode etik dan profesi digelar di Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan, Selasa (17/11) siang ini. Baik Hakim Majelis dan Penuntut dalam sidang penggelapan tersebut berasal dari Mabes Polri. Yudar akan mendengarkan kesaksian beberapa mantan Tim Khusus (Timsus) yang menjadi anak buahnya ketika itu saat penangkapan terpidana Jolly Mumek.

Dalam perkara penggelapan barang bukti uang nasabah Bank BNI, Yudar Lululangi merupakan terduga pelanggar karena telah menggelapkan barang bukti bersama 26 mantan Timsus. Surat dakwaan terhadap Yudar telah dibacakan penuntut umum di Mabes Polri. Sidang mendengarkan saksi ini digelar di Manado karena TKP di Manado.

Seperti diberitakan media beberapa waktu lalu, dalam perkara penggelapan barang bukti ini, Polda Sulut telah melakukan penecatan 11 oknum mantan Timsus serta penundaan kenaikan panggkat kepada 15 pelanggar lainnya.

Selain penundaan pangkat, Penuntut Polda Sulut juga memberikan mutasi kepada 15 pelanggar didaerah kepulauan. Sedang, pemecatan kepada anggota Timsus dibacakan langsung Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung di hari Bhayangkara, 1 Juli lalu. (anto/cbs)

 

Manado Fiesta 2017