IKLAN

Indonesia-UNEP Bahas Pengelolaan Berkelanjutan Terumbu Karang di Manado


received_1075936169158997

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandow didampingi Direktur Jendral Pengelolan Ruang Laut KKP Brahmantya Poerwadi dan Coor. UNEP Pacific Office Mr. Sefania Nawadra saat press confrence. (Foto eka/ml)

MANADO – Dalam langkah Menindaklanjuti diadopsinya resolusi pengelolaan terumbu karang berkelanjutan (Coral Reefs Sustainable Management) pada sidang umum PBB bidang lingkungan kedua (United Natioms Environment Assembly/UNEA-2) tanggal 23 – 27 Mei 2016 lalu di Nairobi, Kenya, Indonesia Bekerjasama dengan United Nations Environment Programme (UNEP) menyelenggarakan pertemuan konsultasi.

Pertemuan diselenggarakan pada tanggal 28 – 29 Juni 2016 di Manado, Sulawesi Utara bertempat di Grand Kawanua International Convention dan Gedung Coral Triangle Information and learning Center (CTI-LC) yang juga menjadi kantor Sekretariat regional Coral Triangle Initiative for coral reefs, fisheries and food secirity (CTI-CFF).

Penyelenggara dari pertemuan konsultasi adalah sekretariat nasional CTI-CFF Indonesia, dirjen pengelolaan ruang laut, kementerian kelautan dan perikanan, UNEP yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulut serta Kementerian Koordinator Maritim, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Luar Negeri.

Sebanyak 61 negara yang mengikuti kegiatan tersebut, akan mendiskusikan langkah-langkah tindak lanjut dan implementasi dari resolusi pengelolaan terumbu karang berkelanjutan.

“Pelaksanaan pertemuan ini sangat strategis karena keluaran pertemuan akan menjadi sebuah rekomendasi, arahan dan panduan bagi UNEP dalam langkah dan tindak lanjut UNEA-2,” jelas Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti Poerwadi pada Selasa (28/06).

Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw sangat mendukung kegiatam yang dilakukan selama dua hari tersebut. “Kami pemerintah Provinsi Sulut sangat mendukung kegian ini, karena sudah beberapa kali kegiatan internasional yang terkait dengan laut sudah dua kali di buat disini,” katanya.

Sementara itu, Coordinator UNEP Pacific Office Mr. Sefania Nawadra mengatakan dari pembahasan tersebut nantinya ada outcome, juga ada pengembangan pangan yang akan mempengaruhi kehidupan manusia. Ia juga berharap pengembangannya tidak hanya terjadi di Indonesia tapu juga diseluruh dunia.

Para delegasi juga dijadwalkan untuk menghadiri dua tema side event yang dilaksanakan di gedung the Coral Triangle Information and Learning Center (CTI-LC).

Tema dari side event yang pertama adalah “Coral Bleaching: Challenges and Roadmap to Address the Phenomenon yang merupakan kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pengelolaan ruang laut dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan yang akan mendiskusikan tentang usaha yang telah dilakukan Indonesia dalam menanggulangi kejadian pemutihan karang.

Side event kedua yang bertemakan “Marine Litter and Micro-Plastic: The Way to Achieve Less Plastic, More Fantastic” yang merupakan kerjasama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Koordinator Maritim. (ekaputra)