IKLAN

Imba Berbagi Perpuluhan Hasil Panen Sawah dari Kampung Wineru


image

Jimmy Rimba Rogi menyerahkan berpuluhan untuk Jemaat GMIM Efata Pangiang

MANADO – Tak banyak publik yang tahu kesibukan Jimmy Rimba Rogi setelah bebas dari LP Sukamiskin sekitar akhir Juli 2014 tahun lalu. Selama berdiam diri di kampung halamannya di Desa Wineru Kecamatan Poigar, Bolmong, Imba, sapaan akrab mantan Wali Kota pertama pilihan rakyat Kota Manado itu banyak menghabiskan waktu bersama keluarga mengurus sawah.

“So nda ada apa-apa, cuma sawah di kampung itu yang saya urus tiap hari. Saya berfikir, kalau saya urus sawah deng bakobong cengkih di kampung, lima tahun kedepan saya sudah bisa menikmati hasilnya. Iya kan, karena sudah tidak urus wali kota atau politik karena saya dituduh korupsi dan diasingkan di ‘Babel’ –sebutan Imba ketika ditahan KPK di Lapas–,” ungkap Imba, sapaan akrab suami tercinta Irawati Rogi-Saleh ketika diundang memberikan kesaksian saat ibadah bersama di depan Jemaat GMIM Efata Pangiang, Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Minggu (19/7).

image

Kesaksian Jimmy Rimba Rogi ketika menjadi penghuni LP hingga diminta DPP Partai Golkar mencalonkan diri sebagai Wali Kota di depan Jemaat GMIM Efata Pangiang

Rupanya, niat Imba menjadi pekerja kebun untuk selama-lamanya kandas dengan turunnya keputusan Mahkamah Konstitusi yang memperbolehkan mantan napi ikut Pilkada. DPP Partai Golkar tiba-tiba memanggil dirinya menghadap markas partai berlambang Pohon Beringin di jalan Anggrek Neli Murni 11 A, Slipi, Jakarta Barat. Oleh DPP, Imba pun diminta menyiapkan diri mengikuti Pilkada Manado.

“Saya ke Jakarta itu sebenarya hanya ingin bawa anak-anak dan istri berlibur. Itu pun harus jual beras hasil tanaman padi saya selama hampir setahun ini setelah bebas dari Lapas. Untung ada teman pengusaha di Manado yang mau beli setelah saya telpon. Jadi ada 2 ratus karung beras saya jual dan pengusaha itu membeli Rp600 juta. Itu uang hasil sawah saya,” cerita pria fenomenal ini.

Imba pun tak lupa membagikan hasil panen sawahnya itu untuk jemaat GMIM Efata Pagiang.  “Ini bukan uang hasil korupsi yah, ini sebagian uang saya dari hasil panen sawah di kampung. Hitung-hitung ini berpuluhan saya untuk jemaat disini. Jangan dilihat dari nilainya, tapi ini pemberian tulus saya untuk jemaat dan gereja,” pungkas Imba. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017