IKLAN

Ikut Operasi Sedot Lemak Gratis, Ratu Kecantikan Ini Tewas


Catherine Canto

Catherine Canto

DURAN – Ratu Kecantikan Kota Duran, Ekuador, Catherine Canto, 19, tewas. Dia meregang nyawa di atas meja operasi liposuction atau sedot lemak. Operasi itu merupakan hadiah atas kemenangannya sebagai perempuan tercantik se-Duran.

Kejadian nahas tersebut bermula saat Canto yang berprofesi model paro waktu memenangi kompetisi Ratu Kecantikan Duran pada Oktober tahun lalu. Sebagai pemenang, Canto kebanjiran banyak hadiah. Mulai mobil Aveo keluaran terbaru, tablet pintar, hingga operasi plastik gratis. Termasuk sedot lemak.

Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Canto menyatakan tidak membutuhkan operasi sedot lemak. Sebab, seusai kompetisi, berat badannya justru turun. Dia bakal berolahraga saja untuk menghilangkan lemak di beberapa titik.

Sayangnya, klinik yang memberikan fasilitas hadiah operasi sedot lemak tidak membiarkan hal tersebut. Sebab, jika Canto mau menjalani operasi, mereka bisa memperoleh promosi gratis besar-besaran.

“Sebelum melakukan operasi, dia menerima banyak telepon dari dokter bedah yang berusaha memengaruhinya melakukan operasi. Tapi, dia tetap bilang tidak,” kata kakak Canto, Daniel Savala.

Canto berencana memberikan hadiah tersebut kepada orang lain saja yang lebih membutuhkan. Namun, mungkin karena desakan berbagai pihak, dia akhirnya setuju menjalani operasi sedot lemak pada Sabtu (10/01).

Canto mendatangi salah satu klinik yang memberikan hadiah dan menjalani operasi. Sayangnya, di tengah-tengah operasi, nyawanya melayang. Pengacara keluarga korban, Carlos Reyes Izquierdo, diberi tahu bahwa Condo meninggal karena edema otak (pembengkakan otak karena banyak cairan).

Tetapi, staf di klinik itu menjelaskan kepada keluarga bahwa Condo meninggal lantaran gagal jantung. Saat ini keluarga sedang menanti kepastian penyebab kematian Condo.

“Bagaimanapun juga, ini bisa dianggap sebagai kelalaian karena (saat operasi) tidak ada dukungan dokter dan mereka tidak mampu menjelaskan apa pun tentang masalah ini,” ujar Izquierdo. Dua dokter yang ditengarai lalai sudah ditahan dan dilarang meninggalkan Ekuador. (jpnn)