IKLAN

Ijin Amdal Belum Ada, Laporan Lahan 16 Persen Monaco Bay Tidak Jelas


Komisi C DPRD Kota Manado, melakukan peninjauan di kawasan monaco bay.

Komisi C DPRD Kota Manado, melakukan peninjauan di kawasan monaco bay.

MANADO – Ketua Komisi C DPRD Kota Manado Lily Binti, menegaskan agar pihak pengembang Monaco bay, untuk dapat mengurus segala kelengkapan administrasi sebelum melakukan pembangunan. Sejumlah ijin yang harus dilengkapi di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Manado seperti, Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Upaya Pengelolahan Lingkungan (UKL) hingga Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).
“Proses peralihan lahan 16 persen, secapatnya dilaporkan. Jelas juga soal Amdal cepat dipores, karena surat-surat ini belum diterbitkan,” tegas Lily Binti.

Komisi C DPRD Kota Manado, meninjau lahan 16 persen di kawasan monaco bay.

Komisi C DPRD Kota Manado, meninjau lahan 16 persen di kawasan monaco bay.

Lily Binti juga memintakan kesanggupan pihak PT Bahtera Perkasa Makmur sebagai pihak pengembang Monaco bay (eks blue banter), terkait kejelasan peralihan lahan 16 persen.
“Kami meminta kejelasan soal peralihan lahan 16 persen di kawasan Monaco bay oleh pihak PT Bahtera Perkasa Makmur. Segera proses dan serahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado.
Sementara, seorang staf yang mendampingi rombongan Komisi C dalam sidak, mengatakan bahwa pihaknya menunggu proses peralihan lahan 16 persen selesai baru akan melakukan pembangunan.
“Kami menunggu lahan 16 perses selasai dulu, baru kami akan melakukan pembangunan,” ungkap staf tersebut dalam perbincangan dengan personil Komisi C DPRD Kota Manado. (mejkel lela)