IKLAN

Identitas Wanita Dibuang di Jurang Pinelang Masih Misterius, Ini Ciri-Cirinya


MANADO— Pasca ditemukan di jurang perkebunan Wineret Pineleng II, jaga 9 tepatnya di kilo 11, Kamis (5/3) sekitar pukul 10.30 Wita, perempuan yang di sekujur tubuhnya terdapat luka tikaman dan bocokan masih misterius. Hingga kini jasadnya masih terbaring di ruang instalasi pemulasaran jenasah RSUP Prof Kandou Malalayang. Belum ada satu pun orang datang mengaku pihak keluarga.

Adapun ciri-ciri perempuan malang saat ditemukan di kedalaman jurang sekitar 30 meter itu, diperkirakan berusia 40-50 tahun, tinggi badan 158 cm. Tubuh agak gemuk berkulit gelap.

Saat ditemukan korban memakai baju dominan warna merah hitam dan mengenakan syal, celana panjang hitam serta mengenakan anting-anting bunga.

“Saya kaget ada mayat. Saya panggil teman-teman untuk melihat kondisi mayat tersebut,” kata Sonce Mangente, warga Tounelet Lingkungan 5, Kecamatan Kakas, Minahasa yang pertama kali menemukan jasad perempuan tersebut.

Sonce yang mengaku berprofesi sebagai sopir ketika itu berhenti di lokasi kejadian untuk buang air kecil. Dia hanya menyaksikan tanpa berani menyentuh tubuh korban. Setelah itu rombongan dalam satu mobil itu memutar mobil menuju Polsek Pineleng untuk melaporkan temuan tersebut.

Dugaan pembunuhan menyeruak setelah di tubuh korban berlumuran darah yang sudah mengering terutama di bagian wajah.

Polisi kemudian turun ke lokasi kejadian. Setelah melalui proses identifikasi oleh Tim Inafis, tubuh jenazah di bawa ke RSUP Prof RD Kandou Manado untuk dilakukan autopsi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah, ditemukan beberapa luka tikaman dan bacokan di sekujur tubuh korban. Didapati sembilan bekas luka tikam, yakni dua luka di mulut dan hidung, dua luka di dada, pipi kiri, lengan kiri, dan pundak kanan. Mulut sebelah kiri korban terbelah dan putus. Juga terdapat lebam di perut korban.

Kapolresta Manado Komisaris Besar Sunarto mengatakan, dugaan sementara perempuan berusia 40-45 tahun tanpa identitas itu dibunuh karena terdapat banyak luka di badan dan leher.

“Siapa saja yang mengetahui identitas korban dan merasa kehilangan keluarga atau kerabat, bisa langsung datang ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RSUP Kandou, Malalayang.(anto reppy)