IKLAN

Hiburan Malam dan Karaoke di Manado, Cukup Satu Bulan Lunasi Pajak


Anggota DPRD Kota Manado, Nur Rasyid Abdul Rahman

Anggota DPRD Kota Manado, Nur Rasyid Abdul Rahman

MANADO – Anggota Komisi B DPRD Kota Manado Nur Rasyid Abdul Rahman, mengatakan bahwa pelunasan pajak, fiskal dan segala ketentuan administrasi lainnya oleh sejumlha tempat hiburan malam dan karaoke di Kota Manado cukup satu bulan.
Hal tersebut disampaikannya, terkait hasil temuan Komisi B dalam inspeksi mendadak (Sidak), pada beberapa waktu lalu. DPRD Kota Manado sudah cukup memberikan dispensasi terhadap beberapa perusahan yang belum memenuhi kewajiban mereka.
“Setelah kami melakukan sidak, sudah disampaikan kepada sejumlah pemilik dan pengelola tempat hiburan malam dan karaoke, untuk dapat segera melakukan pelunasan pajak termasuk melengkapi administrasi lainnya. Kami sudah memberi dispensasi dan waktunya cukup,” kata Nur Rasyid, kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD Kota Manado, Senin, (09/03).
Politisi PKS yang sering disapa Ka Tune ini, menegaskan, beberapa tempat hiburan malam dan karaoke, diketahui dari hasil sidak beberapa kewajiban yang diabaikan seperti pajak, fiscal serta beberapa kelengkapan administrasi perusahaan.
Dari data Komisi B terhadap 83 tempat hiburan malam dan karaoko baru ada dua lokasi yang sudah lengkap administrasinya. Selain pajak, ternyata Tanda Daftar Usaha Parawisata (TDUP), belum juga dimiliki pemilik usaha malam tersebut.
“Kinerja Dispenda dan Disparbud Kota Manado, disorot oleh pengelola, karena tidak pro-aktif melakukan proses penarikan pajak yang menjadi beban pemasukan bagi daerah,” tegas Ka Tune.
Diketahui, hingga hari ini sejak Komisi B melakukan sidak, telah meminta setiap pemilik dan pengelola hiburan malam untuk membereskan apa yang menjadi kewajiban mereka namun kesempatan itu belum dilakukan.
“Komisi akan kembali turun mengecek sejauh mana kesempatan, namun ternyata belum juga selesai. Batas waktu sudah diberikan, jika tidak ditindaklanjut kami akan merekomendasikan tempat hiburan malam dan karaoke tersebut untuk ditutup,” pungkasnya. (christian)