IKLAN

Hari Pers Nasional, Kapolresta Manado : Kami Mendukung Keterbukaan Untuk Publik


Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana.

Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana.

MANADO – Hari Pers Nasional yang jatuh pada tanggal 9 Februari 2016. Kapolresta Manado Kombes Pol. Rio Permana Mandagi mendukung penuh keterbukan informasi untuk publik saat ditemui sejumlah wartawan di Ruanh kerjanya pada selasa (09/2). “Kita open sementara inikan, hal-hal yang begitu tidak pernah saya tutupi kan, kalau memang seperti itu anggota saya yang salah, yah tindak, memang dia salah itukan lebih mendewasakan kami dalam hal kepolisian apa yang ada itu kita tampilkan tidak perlu kita tutup-tutupi kejadian yanh sesungguhnya bukan karena katanya, kata ini dimungkinkan asumsi, jadi mendukung keterbukaan publik, sudah eranya begitu” kata Mandagi.

Beliau juga mengambil contoh kasus Net In yang “katanya” uang senilai Rp. 4 Milliar hilang. “Jangan katanya loh, inikan pengacara banyak yang ini katanya contoh net in, katanya hilang 4 M. Darimana hilangnya 4 M tersebut. Sudah kayaraya Kapolresta kalau begitu. Itu sudah diblokir enak saja kita bisa ngambil. Dimungkinkan hilang atau lain sebagainya. Itu nama membohongi dan membodohi masyarakat juga. Men-just kepolisian tidak bekerja dengan baik. Saya berusaha untuk transparan pada setiap kasus. Jadi, Apa yang ada itu yang saya suguhkan kepada pers untuk masyarakat. Saya menyuguhkan apa yang ada supaya masyarakat bisa tahu apa yang sesunggunya” tandas Mandagi.

Dihari Pers Nasional ini juga, Beliau Berharap Segenap Pers bisa memberikan berita kepada masyarakat yang mendidik bukan memprovokasi. “Harapan saya, pers bisa memberikan informasi kepada masyarakat khususnya untuk pembelajaran pendidikan terutama itu jadi tidak hanya justru memberikan provokasi sehingga bisa membuat masyarakat menerima suatu berita yang keliru jadi dicek dlu kebenarannya dan penulisannya itu harus banyak mendidiklah. Memang pers bersikap kontrol kepada kita , kita juga senang sekali. Kita bisa memberikan suguhan kepada masyarakat apa yang telah kita lakukan tapi tidak timbul justru jadi pro dan kontra karena pemberitaan yang keliru harus lebih dewasalah” tutup Mandagi. (ekaputra)