IKLAN

Hari Ini PBSR ke-4 Resmi Dibuka, 100 Karya Peruba Terbaik se Indonesia Tampil di Manado


PBSRSATU lagi iven besar berskala nasional di pusatkan di Kota Manado. Adalah Pameran Besar Seni Rupa (PBSR) ke-4 2016. PBSR ini merupakan kegiatan Direktorat Kesenian, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memilih ibukota Provinsi Sulut sebagai tuan rumah.

Kegiatan ini dibuka untuk umum mulai Selasa (6/9/2016) hari ini sampai 9 September. Akan tampil 100 peruba, baik lukisan, patung, fotografi, seni instalasi dan mural di Taman Budaya Sulawesi Utara, jalan Maengket No. 31 Wanea, Kota Manado.

PBSR ke-4 yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dibarengkan dengan kegiatan tahunan nasional bertajuk Temu Karya Taman Budaya. PBSR kali ini mengusung tema besar “Harmoni dalam Keragaman Budaya” dengan sub tema “Episentrum Lokal”.

Sub tema ini berbeda dengan PBSR pertama kali di Jambi 2013, kemudian berlanjut di Papua 2014, dan NTT 2015 .

Kegiatan ini akan melibatkan tim kurator Rikrik Kusmara dibantu tim kurator lokal Temy Katoppo dan Elias Pangkey dari Universitas Negeri Manado (Unima)

“ Pameran Besar Seni Rupa ke 4 kali ini hendak mencermati fenomena para kreator di berbagai wilayah (secara administratif disebut provinsi) Indonesia, dengan sasaran mendorong berubahnya cara melihat fenomena seni dan kreatif dalam bidang seni rupa secara geopolitik dan administratif dengan yang cenderung melihat posisi ‘pusat ‘dan ‘daerah’ serta yang ‘utama’ dan yang ‘pinggiran’,” tandas Rikrik Kusmara dari FSRD ITB Bandung.

Untuk mengapresiasi pelukis Indonesia asal Tomohon, Sulawesi Utara, akan diadakan acara “Napak Tilas Henk Ngantung” , Rabu (7/9/2016) diikuti semua peserta.

Pagi buta rombongan akan berangkat bersama dari Manado, menuju Galeri Sonny di Tomohon, kemudian menjelajah kawasan Matani, melihat kampung dan rumah keluarga Henk Ngantung.

Lanjut menuju Rurukan, yang terkenal dengan pemandangannya  mengagumkan. Di situ, para perupa berkarya bersama, dengan obyek alam, maupun kesenian tradisi (musik dan tari Maengket, serta Kabasaran). (*)