IKLAN

Hari Ini Gagal Paripurna APBD-P 2014, DPRD Manado Bergejolak


MANADO—Paripurna penetapan Perda APBD Perubahan (APBD-P) 2014 di DPRD Manado makin menarik diikuti. Perang argument soal aturan terkait waktu penetapan paripurna pun tak terbendung.

Klimaksnya, hingga hari kini APBD-P tersebut belum disahkan. “Usai rapat penyelarasan tadi malam (Kamis 20/11) belum bisa langsung paripurna. Berikan dulu kesempatan kepada masing-masing internal fraksi untuk rapat menyusun pendapat akhir fraksi. Makanya kami Fraksi Partai Golkar (F-PG) meminta paripurna digelar hari ini (Jumat 21/11),’’ tegas Ketua F-PG, Sonny Lela kepada wartawan siang tadi.

dekot-pansus APBD-P 2014
Sekadar diketahui, tertundanya paripurna yang telah diagendakan pada kamis tadi malam akibat tiga fraksi, yakni F-PG, F-Gerindra dan F-PAN enggan hadir. Alasan mereka, tidak sesuai mekanisme. Yang hadir hanya 15 anggota dewan, masing-masing personil Fraksi Partai Demokrat (F-PD), F-PDIP, F-Hanura minus tiga personil NasDem yang memilih bergabung dengan F-PG cs.

Penundaan paripurna akibat tidak korum yang digelar di ruang Serbaguna Pemkot Manado spontan memukul telak wajah F-PD yang notabene sebagai partai penguasa di depan Wali Kota Vicky Lumentut yang juga ketua DPD PD Sulut. Pasalnya, Wali Kota sempat hadir hingga menjelang subuh dinihari tadi.

Ketua F-PD, Deisy Roring saat menghubungi, mengaku sangat menyayangkan sikap F-PG, F-PAN, F-Gerindra plus 3 personil NasDem. “Kasihan donk kepentingan rakyat. Saya tak habis pikir sikap ketiga fraksi itu. Awalnya sudah setuju diparipurnkan usai rapat penyalarasan (Kamis malam), tiba-tiba mereka menolak. Minta besok (jumat hari ini),’’ ujar Deisy.

Sayangnya, lagi-lagi hari ini Paripurna APBD-P 2014 tertunda lagi. Penundaan ini membuat giliran F-PG yang protes. “Sudah sepakat kami akan ikuti paripurna hari ini. Tapi mau paripurna bagaimana, Ketua Dewan saja tidak ada,’’ pungkas Lela.

Sebelumnya sejak tadi malam, Ketua DPRD Manado, Nortje Van Bone sudah mengumumkan kalau hari ini dirinya sibuk karena menghadiri kegiatan kerohanian WKI (Wanita Kaum Ibu) di Winangun. (anre)