IKLAN

Harga Cengkih Anjlok, APCI dan HPC Mengadu ke Deprov


MANADO-Anjloknya harga cengkih terus meresahkan masyarakat Sulawesi Utara. Pasalnya, disaat panen harganya malah turun dari Rp103 ribu per kilogram menjadi Rp84 ribu.

Ketua Dewan, Andrei Angouw dan Wakil Ketua Wenny Lumentut saat bertemu dengan ACPI dan HPC.

Ketua Dewan, Andrei Angouw dan Wakil Ketua Wenny Lumentut saat bertemu dengan ACPI dan HPC.

Anjloknya harga cengkih ini mayarakat pun tak henti-hentinya mendatangi Gedung Cengkih Sario Manado, berharap bersama para wakil rakyat dapat berjuang agar harga cengkih bisa naik.

Asosiasi Petani Cengkih  Indonesia ( APCI) Sulut dipimpin langsung oleh Tony Mukuan,  Ketua HPC Boy Tangkau, Setly Kohdong Wakil Ketua APCI, Wakil Ketua HPC, Paulus Sembel.

Dalam pertemuan tersebut, APCI Sulut dan HPC meminta ada regulasi daerah yang diharapkan mampu mempengaruhi keadaan pasar sehingga kerugian petani cengkih bisa diminimalisir.

” Kami akan melakukan aksi  unjuk rasa besar-besaran jika nasib petani cengkih terus dirugikan dan harga cengkih terus turun,” papar Khodong dan rekan-rekannya. Sembari menegaskan, jika DPRD Sulut tidak mampu memperjuangkan harga cengkih lebih baik gedung DPRD Sulut diganti namanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw didampingi Wakil Ketua, Wenny Lumentut dan Stevanus Vreeke Runtu, menyatakan akan menugaskan  Komisi II bersama dengan para petani cengkih dan instansi terkait di Pemprov Sulut untuk mencari solusi bersama terkait turunnya harga cengkih.

APCI bersama dengan HPC Sulawesi Utara melakukan pertemuan dengan ketua DPRD Sulut, Rabu (7/9). (mom)