IKLAN

Harga Beras Melonjak, Pedagang Kelimpungan


Pedagang Beras, Saiful di Pasar Bersehati Manado, Rabu (26/8), (foto:Kandi/manadoline)

Pedagang Beras, Saiful di Pasar Bersehati Manado, Rabu (26/8), (foto:Kandi/manadoline)

MANADO-Kenaikan harga beras beberapa kali dalam sebulan, para pedagang mengaku kebingungan kondisi pasar saat ini.

Pedagang beras Saiful lebih 15 tahun menjajakan nasibnya di Pasar Bersehati Manado, mengaku sebulan sepi pembeli.”Beras superwin dari Kotamobagu biasa saya ambil Rp 460 ribu per karung, sekarang harganya Rp 565 ribu,”bebernya.

“Saya jual beras superwin per kilonya Rp 12 ribu sebelumnya Rp 10 ribu, sama halnya dengan beras serang Kotamobagu sebelum  Rp 9.500 naik Rp 11 ribu,”ungkapnya, Rabu (26/8).

Dia mengatakan, biasanya dalam sehari beras satu karung habis terjual, sekarang nanti dua hari habis terjual satu karung.

“Alasan di penggilingan harganya melambung dan faktor terbesarnya karena cuaca panas beberapa bulan terakhir ini, jadi keuntungannya hanya 1.000-1.500 ribu rupiah”tutur Saiful, pria 40 tahun tersebut.

Terpisah, pengamat ekonomi Universitas Sam Ratulangi Dr Barens Joubert Maramis mengatakan, itu logis karena dalam teori general satu pasar berubah akan membuat keseimbamgan pasar lain berubah.”Pasar ekspor impor loyo karena kurs, pasti  menyebabkan kenaikan aspek psikologis di pasar,”terang Maramis.

Dia menambahkan, jika dibiarkan maka beberapa bulan ke depan Sulut akan mengalami peningkatan inflasi yang fundamental. Itu terjadi dikasus daging sapi ke ayam, beras ke produk makanan dan minuman lainnya.

Pemerintah Provinsi (Pemrov) harusnya undang pemilik perusahaan eksport di Sulut, cari tahu keluhan mereka dan buat kebijakan.”Ini jarang dilakukan Pemrov, menunjukkan kurang perhatian bagi pelaku eksport yang menyumbang kontribusi besar di perekonomian Sulut,”pungkasnya. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017