IKLAN

Hadapi Krisis Gula Pasir, Inkopkar Siap Bantu Pemprov Sulut Gelar OP


Inkopkar saat menggelar Oeprasi Pasar di Banteng jelang Lebaran lalu. (foto: ist)

Inkopkar saat menggelar Oeprasi Pasar di Banteng jelang Lebaran lalu. (foto: ist)

MANADO – Untuk memenuhi kebutuhan dan tekan harga gula pasir yang bakal mengancam kebutuhan masyarakat Sulut jelang Natal dan Tahun Baru 2016 ini, Induk Koperasi Kartika (Inkopkar) sebagai mitra induk salah satu distributor gula di Sulut mengaku siap membantu pemerintah menggelar Operasi Pasar (OP).

Ketua Umum Inkopkar, Brigjen TNI Felix Hutabarat menegaskan, kesiapannya untuk membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gula pasir di 21 Propinsi di luar Pulau Jawa, termasuk Pemprov Sulut.

“Operasi pasar kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang kami lakukan menjelang Lebaran. Sambutan masyarakat sangat positif, dan kami siap untuk melakukan operasi pasar lanjutan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dan menstabilkan harga gula pasir di pasar,” ujarnya.

Menurut Felix, jumlah gula yang didistribusikan tidak sama di setiap propinsi. Sesuai kebutuhan wilayah yang bersangkutan. Sulut dan Sangihe sendiri terancam krisis gula pasir. Menyusul pengakuan salah satu distributor, Willy Tan, stok saat ini hanya mampu melayani kebutuhan 1-2 minggu saja.

“Target kami adalah menjual gula pasir antara Rp 10.700 hingga Rp 11.000. Jika ada distributor yang menjual gula di atas harga tersebut, kami akan hentikan kerjasamanya,” tegasnya.

Felix berharap masyarakat pro aktif melaporkan ke Inkopkar jika ada distributor atau pedagang nakal yang menjual diatas harga tersebut.

Hingga saat ini, Inkopkar dan Kemendag telah mendistribusikan lebih dari 95 ribu ton gula OP ke 21 propinsi di luar Pulau Jawa, termasuk Sulut. (anto/*)