IKLAN

GSVL Terpaksa ‘Cuci Piring’, Utang Peninggalan PDAM 15 M Bisa Hambat Pembangunan Kota Manado


Wali Kota Vicky Lumentut melaporkan hasil Rakor bersama BPK di Gorontalo saat Musrembang di Kecamatan Bunaken siang tadi

Wali Kota Vicky Lumentut melaporkan hasil Rakor bersama BPK di Gorontalo saat Musrembang di Kecamatan Bunaken siang tadi

MANADO—Diam-diam ternyata PDAM Kota Manado hingga kini masih menyimpan utang sebesar Rp15 miliar. Utang itu dipinjam PDAM ke pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan. Itu terjadi sejak kepemimpinan Wali Kota Manado belasan tahun silam.

Saat ini, utang tersebut sudah menjadi temuan BPK-RI. Berdasarkan surat penegasan BPK, utang tersebut harus dikembalikan. Inilah yang menjadi kegelisahan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut saat ini.

“Utang itu terjadi pada periode beberapa waktu lalu, saya lupa siapa yang wali kotanya. Tapi Namanya utang pemerintah, siapa pun yang menjabat wali kota tetap harus dikembalikan,’’ kata GSVL, sapaan Wali Kota saat hadir di sela-sela Murembang (Musyawarah Rencana Pembangunan) 2015 di Kecamatan Bunaken, Selasa (17/2) kemarin.

Utang ini menurutnya, bisa menghambat pembangunan Kota Manado. GSVL merinci, untuk pos anggaran pembangunan di alokasi dalam APBD sekitar Rp120 miliar lebih. Nah, jika harus mengembalikan pinjaman itu saat ini, maka anggaran untuk pembangunan tidak akan mencukupi. “Makanya kemarin Rakor bersama BPK di Gorontalo, saya pertanyakan ke BPK apakah bisa diputihkan. Ternyata tidak bisa karena itu utang pemerintah.’’ Jelas GSVL.

Untuk itu Pemkot Manado saat ini harus ‘cuci piring’ berusaha mengembalikan pinjaman tersebut. Tapi tidak sekaligus. “Jadi kita sekarang yang menanggung. Kami akan kembalikan tapi saya minta keringanan ke BPK. Tidak sekaligus namun bertahap setiap tahun,’’ pungkas GSVL. (anto reppy)