IKLAN

GMNI Sulut Tolak Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional


MANADO-Memperingati hari lahir Pancasila 1 Juni, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Sulawesi Utara menyampaikan aspirasi di Gedung Cengkih Sario Manado, Rabu (1/6).

GMNI Sulut saat menyampaikan aspirasi di DPRD Sulut, Rabu (1/6)

GMNI Sulut saat menyampaikan aspirasi di DPRD Sulut, Rabu (1/6)

Puluhan mahasiswa ini diterima oleh tiga anggota DPRD Sulut Fanny Legoh, Billy Lombok dan James Karinda.

Dalam aksi demo damai ini, para mahasiswa meminta  hari lahir Pancasila 1 Juni dijadikan sebagai hari libur nasional serta menolak Soeharto sebagai Pahlawan Nasional.

Mendengarkan aspirasi dari para mahasiswa, Fanny Legoh, Billy Lombok dan James Karinda sepakat menolak Soeharto dijadikan pahlawan nasional.

” Kami sangat setuju dengan aspirasi adik-adik mahasiswa. Karena saya juga terlibat bersama teman-teman mahasiswa saat aksi menurunkan Soeharto di Jakarta pada reformasi 1998,” ungkap Karinda.

Aksi demo para mahasiswa yang dikoordinir oleh Edmon Dolongseda dalam aspirasinya juga meminta TAP MPRS No.25 tahun 1966 dicabut. ” Kami menolak juga Saskia Gotim dijadikan sebagai Duta Pancasila serta penuntasan kasus narkoba dan pemerkosaan,” teriak para mahasiswa.

” Kami tampung semua aspirasi yang disampaikan para mahasiswa,” tegas Legoh. (mom)