IKLAN

Gereja Ditantang Selamatkan Populasi Yaki di Sulut


Foto bersama Wakil Walikota Bitung dan Tim Konservasi Perlindunagan Yaki

Foto bersama Wakil Walikota Bitung dan Tim Konservasi Perlindunagan Yaki

BITUNG-Gereja ditantang untuk menunjukan eksistensinya dalam kehidupan bermasyarakat secara khusus membantu  melindungi sisa populasi monyet hitam Sulawesi (Macaca Nigra) yang dikenal dengan nama Yaki oleh penduduk lokal.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Bitung Maxmilian J Lomban didampingi Wakil Ketua TP-PKK kota Bitung Ny. Khouni Lomban Rawung, saat membuka acara ‘Torang Bacirita’ Green Gospel konservasi dalam Kekristenan, Selasa (8/9), bertempat di Gedung Gereja Sentrum kota Bitung.

“Sejauh mana peran gereja dalam menjaga populasi Yaki, sudah sewajarnya komunitas Kristen khususnya di Sulawesi Utara berperan aktif melindungi sesama ciptaan Tuhan dan menjadi duta perlindungan lingkungan, satwa ini harus dilindungi, karena selain spesies ini  endemik, keberadaanya pun terancam punah (endangered-red),” kata Lomban.

Ia juga menjelaskan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah membahas peran Gereja yang sangat penting dan strategis dalam rangka menjadi duta penyelamatan Yaki bekerja sama dengan Pemerintah dan seluruh Masyarakat kota Bitung mengingat keberadaan satwa ini yang semakin terancam.

Sementara itu, Ny. Khouni Lomban Rawung salah satu duta penyelamatan Yaki menambahkan, Gereja memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sulawesi Utara, karena itu kegiatan Gereja serta khotbah yang menekankan hubungan antara Alkitab dan konservasi dapat menjadi media untuk menjangkau dan meningkatkan kesadaran lebih banyak orang tentang pentingnya melestarikan satwa endemic ini. (jones)