IKLAN

Gepeng dan Anak Punk Menjamur, Kinerja Dinsos Kota Manado Disorot


Keberadaan gepeng di Kota Manado terus meresahkan warga, Dinsos disorot.

Keberadaan gepeng di Kota Manado terus meresahkan warga, Dinsos disorot.

MANADO – Gelandang dan pengemis (gepeng) terus menjamur di Kota Manado. Kondisi ini membuat kalangan DPRD mempertanyakan kinerja pemerintah terhadap menertibkan gepeng.
Anggota DPRD Kota Manado, Abdul Wahid Ibrahim mengakui bahwa keberadaan gepeng dan juga anak punk di Kota membuat suasana kota terganggu dari segi kenyamanan dan keamanan, sehingga dirinya meminta pemerintah tegas melakukan membersihkan kota dari gepeng dan anak punk.
“Gelandangan dan anak punk masih saja berkeliaran di Manado, kemana Dinsos? bisa tidak menertibkannya. Jika tidak bisa sendiri maka libatkan Satpol PP, tak mampu juga maka harus membuat pernyataan tidak mampu agar menjadi evaluasi bagi walikota,” katanya.
Menurut Politisi PAN ini, persoalan gepeng dan anak punk bukan masalah baru di Manado, namun masalahnya tak pernah dapat diatasi, justru semakin hari semakin menjadi, dan untuk dapat menertibkannya, Wahid menegaskan Dinsos harus punya strategi jitu, jika tidak ingin kota ini terus terancam oleh pendatang yang tidak beridentitas itu.
“Dinsos harus punya program untuk mengatasi anak punk dan gepeng ini?, jika tidak ingin Kota ini terus terancam oleh pendatang yang tidak jelas, rumah singgah juga perlu, karena bisa menjadi tempat penampungan dan diberikan pelatihan kepada mereka, bagi yang dari luar kota maka dipulangkan,” tuturnya.
Dari amatan, sejumlah titik di Kota Manado keberadaan gepeng dan anak punk dapt ditemukan, dan terkadang mereka bermalam disejumlah ruko yang ada. (christian)