IKLAN

Gelar Penyuluhan, Ketua TP-PKK: Agar Masyarakat Mengenal DBD dan Pencegahannya


Ketua TP-PKK Kota Manado, Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene saat melakukan pemyuluhan bahaya DBD di Kecamatan Tikala, Selasa (3./2)

Ketua TP-PKK Kota Manado, Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene saat melakukan pemyuluhan bahaya DBD di Kecamatan Tikala, Selasa (3./2)

MANADO – Merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Manado sampai-sampai Wali Kota Vicky Lumentut tahun ini menetapkan tanggal 29 Januari diperingati sebagai Hari Anti DBD, menyusul 3 warga dilaporkan meninggal dunia membuat sejumlah elemen ikut prihatin dan ambil bagian untuk membasmi penyakit yang disebab gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti.

Tak terkecuali Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado. Selasa (3/2), para ibu ibu pejabat Pemkot Manado yang dipimpin Ketua TP-PKK, Prof. Julyeta P.A Lumentut-Runtuwene ini menggelar kegiatan penyuluhan pencegahan penyakit DBD di gedung GMIM Getsemani Paal IV, Kecamatan Tikala.

PKK PENYULUHAN DBD2“Penyuluhan ini digelar sejak Januari hingga Februari 2015. Kami menggandeng Komisi Pelayanan Anak (KPA) Sinode Am. Maksudnya agar masyarakat mengerti dan mengenal penyakit DBD, serta pencegahannya.’’ Jelas Enci Paula, sapaan akrab istri tercinta Wali Kota Manado, Vicky Lumentut ini.

Menurutnya, kegiatan penyuluhan ini merupakan program TP-PKK di seluruh kecamatan se-Kota Manado dalam rangka menunjang Hari Anti Demam Bardarah Dengue yang dicanangkan Pemkot Manado.

Sementara, nara sumber dari TP-PKK, dr Rinny Kapojos mengajak masyarakat untuk waspada terhadap gejala DBD, karena penyakit ini sangat mematikan. “Kita harus mengetahui gejala dan fase-fase DBD. Dimana morbiditas dan mortalitas infeksi virus dengue diantaranya dipengaruhi oleh status kekebalan atau imunisasi,” tukas Kapojos yang juga masuk Kelompok Kerja (Pokja) Kesehatan TP-PKK Kota Manado.