IKLAN

Gara-Gara Penataan Tak Jelas, Pedagang Untung Bayar Hutang


KESEHARIAN: Saat ramai padat didepan pasar bersehati, malah didalam pasar tradisional bersehati Manado tak terlalu banyak aktivias pedagang, sekira pukul 10.00 Wita Rabu (2/9) (foto:Kandi/manadoline)

KESEHARIAN: Saat ramai padat didepan pasar bersehati, justru didalam pasar tradisional bersehati Manado sepi, tak terlalu banyak aktivias pedagang, Treisye (kiri). Sekira pukul 10.00 Wita Rabu (2/9) (foto:Kandi/manadoline)

MANADO-Ingin meraut untung besar, para pedagang berbondong-bondong berjualan didepan pintu masuk pasar bersehati Manado, akibat penataan lapak tak merata. Imbasnya kerugian bagi pedagang kecil.

Buktinya, saat ditemui www.manadoline.com Rabu (2/9), Treisye Pontius (66) warga Sumompo 20 tahun jual ubi-ubian di pasar bersehati merasa rugi. Hampir 5 tahun Treis sapaan akrabnya bertahan jualan ubi didalam pasar tepat dibawah tempat kos-kosan yang ketika dipantau media ini sangat kumuh.

“Tetap sama bayar bea, bagaimana nasib kita pedagang kecil didalam pasar, sekarang pembeli banyak yang belanja didepan pintu masuk jadi untung-untung saja dapat 3-4 pembeli masuk di lorong dalam pasar,”curhat Treis.

Ia menambahkan, apalagi mulai pukul 09.00-20.00 Wita tepat disaat tutup jualan sangat sepi pembeli seperti bukan suasana pasar yang ramai padat.”Semua serba mahal, menjerit tiap hari belum bayar bea sehari Rp 13 ribu jadi kalau tak laku, cuma untung bayar utang,”kata Treis.

Padahal pedagang jualan diluar tak terdaftar lapaknya, ku coba bertahan kalau berhenti buat malu keluarga, kecewa butuh pemerintah turun tangan”tutupnya. (srikandipangemanan)