IKLAN

Gara-gara Dokumen Paper Rp50 Ribu, Kepsek SMK 1 Ratahan Dicopot


Kadis Dikpora Mitra Ir Dennij Porajow saat memberhentikan Notji Ohy sebagai Kepala SMK 1 Ratahan disaksikan Kabid Dikmenti Tenny M Ohy.

Kadis Dikpora Mitra Ir Dennij Porajow saat memberhentikan Notji Ohy sebagai Kepala SMK 1 Ratahan disaksikan Kabid Dikmenti Tenny M Ohy.

RATAHAN — Hati-hati melakukan pungutan liar kepada siswa maupun orang tua siswa. Gara-gara menjual dokumen paper seharga Rp50 ribu kepada siswa, Kepala Sekolah harus rela menjadi guru pengajar karena dicopot dari jabatannya.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minahasa Tenggara (Mitra) Ir Dennij Porajow, mencopot Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Notji Ohy, Senin (17/10), karena lakukan pungutan liar kepada siswa.

Sebelumnya telah beredar kabar, bahwa di SMK 1 Ratahan ada menjual dokumen paper (tempat menyimpan dokumen penting), tempat siswa menyimpan raport dengan harga Rp50 ribu.

Setelah dilakukan penyelidikan langsung, Porajow mendapat pengakuan dari siswa bahwa dokumen paper tersebut wajib dibeli.

“Saya telah menanyakan langsung kepada sejumlah siswa yang ada, dan saya kaget ada satu kelas siswa yang mengatakan, bahwa dokumen paper tersebut wajib dibeli oleh siswa,” ungkap Porajow saat mengangkat Plt Dr Tenny M Ohy di SMK 1 Ratahan, pada waktu yang sama setelah mencopot Kepsek .

Lebih lanjut dikatakan Porajow, apapun bentuk pungutan liar yang dilakukan pihak sekolah, tetap tidak dibenarkan. Apalagi saat ini pemerintah pusat lagi gencar-gencarnya memerangi pungli di Indonesia.

“Tidak ada alasan, namanya pungli tetap pungli dan itu tidak dibenarkan. Ini merupakan tindak lanjut dari pemerintah pusat yang sedang memerangi pungli,” tegas Porajow.

Dia juga peringatkan kepada semua sekolah yang ada di Mitra, untuk tidak melakukan pungli kepada siswa karena itu merupakan perbuatan berbahaya.

“Jangan sekali-kali melakukan pungli kepada siswa maupun orang tua siswa, karena itu sangat berbahaya. Menjual sesuatu dengan tidak memaksa bisa juga dikatakan pungli, apalagi mewajibkan mereka untuk membeli sesuatu barang, akan lebih berbahaya lagi,” pungkasnya.

Saat ini, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Mitra Dr Tenny M Ohy MPd menjadi pelaksana tugas (Plt) di SMK 1 Ratahan, menggantikan Notji Ohy yang kini menjadi guru pengajar di sekolah tersebut. (fensen)

 

Manado Fiesta 2017