IKLAN

Fredy Tengker Terseret Kepala di Bawah, Kaki di Atas, Ini Penjelasan Camat Malalayang  


 

Fredy Tengker yang terseret airn sungai dan longsoran tanah ditemukan sudah tak bernyawa

Fredy Tengker yang terseret airn sungai dan longsoran tanah ditemukan sudah tak bernyawa

MANADO – Camat Malalayang, Laurens Umboh membantah jika warganya, Fredy Tengker (61) tewas akibat tertimbun longsor.

Menurutnya, pria paru baya tersebut memang tinggal di kebunnya yang terletak di dekat sungai di Kelurahan Batu Kota Kecamatan Malalayang. Saat curah hujan yang mengguyur kota Kota Manado sejak Rabu hingga Kamis (21/1), korban kebetulan berada di kebunnya.

Bersamaan dengan itu, pagi sekitar pukul 08.00 Wita air sungai tiba-tiba naik disertai tanah longsor di seputaran kebun korban.

“Korban tewas bukan karena tertimbun tanah longsor, melainkan terseret air sungai dan longsoran tanah,” jelas Umboh.

Korban sendiri hanyut sekitar kurang lebih 20 meter pada posisi kepala di bawah dan kaki di atas, dan terhalang dengan batang pohon kelapa. “Jadi saat itu bisa langsung di evakuasi masyarakat,” tambah Umboh.

Korban sendiri sudah tidak dibawa ke rumah sakit karena saat ditemukan sekitar pukul 10.30 Wita sudah tak bernyawa.

“Korban ditemukan sudah meninggal. Di lokasi penemuan juga sudah ada aparat dari Koramil dan kepolisian serta pemerintah setempat,” papar Umboh. (ekaputra)