IKLAN

Fraksi PDI-P Dekab Bolmong Angkat Aroma Korupsi di Dinas Kesehatan


Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, drg Rudiawan

Kepala Dinas Kesehatan Bolmong, drg Rudiawan

BOLMONG – Belum tuntas sejumlah kasus korupsi di Pemkab Bolmong, kini mencuat lagi ke publik dugaan korupsi sejumlah program di Dinas Kesehatan (Dinkes), yakni; dana program Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), program Bidang Kesehatan Keluarga (BKK) serta masalah dana kapitasi. Indikasi penyimpangan ini disuarakan anggota DPRD Bolmong, Swempry Rugian, Minggu (15/2).

“Tahun 2014 di di Dinas Kesehatan dana BOK ada di bidang pelayanan kesehatan Rp 1,6 miliar dana BKK Rp 1,8 miliar alat kesehatan menyimpan aroma korupsi,” jelas Swempry. Anggota Fraksi PDIP ini menambahkan dana jasa tenaga medis di dinkes, dana kapitasi di setiap Puskesmas pada April dan Mei 2014 lalu, belum dibayarkan.

“Di bulan April dan Mei 2014 dana itu masih memakai rekening kepala dinas. Juni sampai sekarang sudah memakai rekening kepala puskesmas,” kata Swempry menjelaskan. Dirinya meyakini dana tersebut masih disimpan di Bank Sulut. “Saya tahu modusnya pasti didepositokan. Mereka selalu beralasan belum ada SPJ dari puskesmas,” ujarnya serius. Kemudian Pencairan dana di luar bulan April dan Mei di setiap Puskesmas dipungut 10 persen oleh kepala dinas.

“Saya berharap pihak kepolisian segera menelusuri kasus ini,” tegasnya. Kepala Dinas Kesehatan Drg Rudiawan saat dikonfirmasi membantah terkait tudingan itu. Swempry salah mempersepsikan program yang ada di Dinas Kesehatan. “Program BOK dananya digunakan untuk transport petugas ketika turun ke desa. Ada 16 puskesmas yang menjalankan 12 program dinkes. Dana itu sampai 8 jutaan perbulan turun ke puskesmas. Pada intinya kami melaksanakan program sesuai juklak dan juknis,” kilah Rudiawan. (mara)

 

Manado Fiesta 2017