IKLAN

Ferdinand Balaati Resmi Terdakwa Perkosaan Disertai Kekerasan


foto ilus

foto ilustrasi

MANADO – Pengadilan Negeri Manado akhirnya menggelar sidang perkosaan terhadap gadis berinisial NT (16) dengan pelaku Ferdinand Balaati Alias Feedin (17) yang resmi menjadi terdawaka dalam kasus bejat tersebut pada Senin (20/06).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mitha Ropa, SH yang dibacakan didepan Majelis Hakim yang diketuai oleh Arkanu, mendakwa dirinya berdasarkan pasal 81 ayat (2) UndangUndang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Bahwa ia, terdakwa Ferdin, bersama-sama dengan Veren Hiskia Mangenteno, Fahri Weni Ugis (keduanya terdakwa dalam berkas terpisah) sebagai yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu mislihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan, atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul terhadap korban NT,” jelas JPU.

Lebih lanjut dijelaskan JPU dalam dakwaanya, bahwa perbuatan terdakwa tersebut berlaku pada Kamis tanggal 26 Mei 2016 sekitar pukul 01:00 WITA. Saat itu, korban dijemput oleh teman prianya berinisial VH bersama 5 orang teman yang tidak dikenalnya. Korban kemudian diajak ke rumah duka di Kelurahan Perkamil dengan menggunakan sepeda motor.

Saat sudah setengah jalan, para pelaku merubah arah ke daerah terminal baru Kampung Liwas Kelurahan Perkamil untuk nongkrong. Setelah sampai di tempat kejadian perkara, salah satu pria pulang ke rumah dan tersisa lima orang pemuda dengan minuman keras cap tikus.

Korbanpun diberikan minuman keras tersebut. Awalnya ia menolak, namun korban dipaksa untuk meminumnya. Sekira satu jam kemudian, korban sudah mabuk dan kehilangan kesadaran hingga ia sadar setelah berada di puskesmas Kampung Liwas Kelurahan Perkamil.

Ketika itu, Kakak korban yang berhasil diwawancarai manadoline.com saat berada di SPKT Polresta Manado mengatakan, pihak keluarga awalnya tidak mengetahui kejadian tersebut. Namun, ada informasi bahwa Korban ditemukan tidak sadar dengan keadaan sudah setengah telanjang dan bagian bawah hanya ditutupi kain. “Adanya informasi tersebut kami keluarga langsung bergegas ke Puskesmas untuk melihat kondisi korban,” ujar dia, saat di Mapolresta Manado pada Kamis (26/05). (ekaputra)