IKLAN

Fenomena El Nino Perpanjang Kemarau, Ancam Pertanian


Ilustrasi

Ilustrasi

MANADO-Beberapa wilayah di Indonesia merasakan dampak el nino atau musim kemarau, termasuk Sulawesi Utara (Sulut) pada sektor pertanian.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sulut, mengatakan masih terbilang aman.”Perkiraan Sulut masih jauh potensi kekeringan, karena beberapa Kabupaten sering terjadi hujan ringan, dampaknya lebih pada sektor pertanian,”tutur prakirawan maritim BMKG Sulut Ricky Aror.

Menurut data yang dirangkum www.manadoline.com Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Andi Eka Sakya menyampaikan peringatan dini terkait fenomena El Nino dan panjangnya musim kemarau saat ini tengah terjadi di Indonesia,”tutur Andi.

Daerah-daerah di Indonesia yang berpotensi terkena dampak El Nino 2015 meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan,” ungkap Andi.

Terpisah, disampaikan saat rapat terbatas tentang dampak El Nino Presiden Joko Widodo meminta Kementerian terkait, cepat tanggap menghadapi dampak El Nino yang sedang melanda Indonesia.

Koordinator petani organik Sulut Yanny Lasut Senin (10/8) mengatakan, kabar Sulut belum berpotensi kekeringan namun sekarang dampaknya banyak keluhan petani terancam gagal panen.

“Secepatnya pemerintah antisipasi karena bukan hanya sektor pertanian saja tapi kebutuhan rumah tangga juga banyak memerlukan air bersih, apalagi pada pertanian sektor hortikultura banyak memerlukan air seperti Frutikultur dan Florikultura,”kunci Lasut. (srikandipangemanan)