IKLAN

Ekspor-Impor Sulut: Harus Prioritaskan SDA dan Produktivitas Usaha


Ilustrasi/Kopra akan dijadikan minyak kelapa

Ilustrasi/Kopra akan dijadikan minyak kelapa

MANADO–Belum optimalnya sumber daya alam (SDA) dan produktivitas usaha, menggenjot pelaku-pelaku usaha tingkatkan produksi. Walaupun sekarang perkembangan ekspor impor Sulut cukup memberikan hasil yang baik.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulut Drs TH Siregar MSi mengungkapkan produk-produk jadi itu nilai tambah meningkatnya ekspor Sulut.

“Tak dipungkiri produk Sulut umumnya bahan setengah jadi, tapi kendala yaitu menyangkut alat-alat atau butuh teknologi canggih agar ekspor dapat maksimal, bahan baku atau setengah jadi dapat dihasilkan langsung jadi produk akhir,”kata Siregar.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, periode Januari sampai Mei 2015 secara kumulatif penilaian neraca perdagangan mengalami surplus sebesar US$432,05 juta dengan perbandingan nilai ekspor sebesar US$85,03 juta dan nilai impor sebesar US$4,63 juta.

Salah satu petani kopra di Minahasa Selatan Viktor menuturkan Rabu (22/7), musim kemarau sangat bagus, tidak terhalang memanen kelapa untuk dijadikan kopra dan menghasilkan minyak kelapa, tapi kendala sumber daya manusia (SDM) kurang.

“Melihat tawaran pekerjaan sekarang, petani banyak menilai mana menghasilkan keuntungan misalnya sekarang banyak memetik cengkeh (lihat musim-red), ditambah lagi biaya produksi kopra semakin meningkat alhasil kurang untuk perawatan kelapa,”ungkapnya. (srikandipangemanan)