IKLAN

Dugaan Mega Korupsi Miliaran di FMIPA Unsrat Mulai Digulir Tipidkor Polda


foto: ilus

foto: ilus

MANADO – Setelah sempat santer lewat berbagai isu beberapa waktu lalu, kini dugaan korupsi proyek pengadaan alat di laboratorium FMIPA Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mulai digarap Polda Sulut.

Proyek mega korupsi ini menyerap anggaran miliaran rupiah tahun 2014. Kamis pecan lalu, penyidik Tipikor telah memeriksa dua saksi masing-masing, DS alias Sumajouw dan ML alias Marla.

Keduanya karena dinilai mengetahui aliaran dana proyek tersebut. Kedua dosen tersebut diperiksa di ruang Tipikor sejak pukul 10.00 Wita. Hampir 5 jam pemeriksaan berlangsung. Kedua dosen tersebut keluar dari ruang pemeriksaan pukul 14.25 Wita.

Sumajouw yang diketahui Direktur Eksekutif IDB Unsrat mengaku, hanya keterangan terkait pengadaan alat di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsrat, tahun anggaran 2014.

“Saya juga menyerahkan sejumlah dokumen pendukung. Saya dan Marla dipanggil karena waktu pengadaan kami adalah Wakil Rektor bagian perencanaannya,” kata Sumajouw.

Sumajouw mengakui, pemeriksaan dirinya masih akan berlanjut. “Saya minta kepada penyidik menunda pemeriksaan karena ada hal-hal yang saya harus didampingi pengacara,” ujarnya.

Kasus dugaan korupsi yang menyedot anggaran miliaran rupiah dikerjakan PT Naura Permata Nusantara, awal 2014 lalu.
Pengadaan alat tersebut anggarannya bersumber dari APBN.  Pengusutan dugaan korupsi pengadaan proyek tersebut karena adanya indikasi dana miliaran rupiah dimark up.

Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung melalui juru bicaranya AKBP Wilson Damanik membebarkan pemeriksaan dua Dosen Unsrat.

“Penyidik masih mengumpulkan barang bukti. Jika ada indikasi korupsi, kita akan tingkatkan ketahap selanjutnya, dan mulai dengan penetapan tersangka,” kata AKBP Damanik. (eka/trenindo)

 

Manado Fiesta 2017