IKLAN

Jadi Agenda Iven Pemkot Manado, Pesta Adat Tulude Resmi Ditutup Tadi Malam

Dipadati 2.500-an Warga Nusa Utara, Ketua IKIST: Mana Wakil Wali Kota Manado


Jadi Agenda Iven Pemkot Manado, Pesta Adat Tulude Resmi Ditutup Tadi Malam

Ki-Ka: Ketua Panitia Pesta Adat Tulude, Jackried Maluensung, Ketua IKISST, Agus Tahendung, Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Ketua TP-PKK, Julyeta Paula Runtuwene dan Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone pada perayaan Tulude, di Lokasi Taman Berkat Boulevard

Ki-Ka: Ketua Panitia Pesta Adat Tulude, Jackried Maluenseng, Ketua IKISST, Agus Tahendung, Wali Kota Manado Vicky Lumentut, Ketua TP-PKK, Julyeta Paula Runtuwene dan Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone pada perayaan Tulude, di Lokasi Taman Berkat Boulevard

MANADO— Pesta Adat Tulude dan Gebyar Seni Budaya Waga Nusa Utara yang digelar sejak Kamis (29/) di kawasan Taman Berkat, Boulevard Kota Manado, resmi ditutup, Sabtu (31/1) tadi malam (Sabtu 31/1)

Sebanyak 2.500-an warga Nusa Utara yang datang dari sejumlah kabupaten/kota se Sulut tumpah ruah menyaksikan gelaran adat Nusa Utara dalam memasuki tahun baru. “Puncak pesta Adat Tulude dan gebyar Seni Budaya warga Nusa Utara mala mini kami menyediakan 2.500 kursi. Ternyata yang datang lebih. Buktinya kami melihat masih banyak tamu yang datang terpaksa hanya berdiri,’’ kata Ketua Panitia, Jeckried Maluenseng saat membawakan sambuatan panitia.

Ada yang menarik saat penutupan acara yang dihadiri para tokoh-tokoh penting baik berdarah Nusa Utara maupun pejabat Sulut dan Kota Manado. Ini terungkap saat sambutan Ketua IKISST (Ikatan Keluarga Indonesia Sangihe, Sitaro dan Talaud), Agus Tahendung.

Ketua TP-PKK Kota Manado Julyeta Paula Runtuwene bersama Wali Kota Vicvky Lumentut disuguhi pakaian adat kehormatan warga Nusa Utara

Ketua TP-PKK Kota Manado Julyeta Paula Runtuwene bersama Wali Kota Vicky Lumentut disuguhi pakaian adat kehormatan warga Nusa Utara

Usai menyapa dengan hormat para tamu, termasuk Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut yang datang bersama istri Julyeta Paula Lumentut-Runtuwene ini, Tahendung menanyakan kehadiran Wakil Wali Kota Manado, Harley Mangindaan. “Apakah Bapak Wakil Wali Kota hadir. Ada nda…? Sayang, padahal kami sudah memberikan undangan,’’ tandas mantan birokrat ini berulang-ulang melontarkan kalimat ketidakhadiran Wawali. “Saya disini tidak mau sambutan seperti disampaikan Ketua Panitia (Jackried Maluenseng) tadi. Saya Cuma mau jelaskan apa itu Tulude! Karena pasti banyak yang belum kenapa sampai ada Tulude. Orang Cuma tahu, yah Tulude, tapi sejarahnya apa,’’ ujar Tahendung sambil menceritakan asal usul Tulude dari cerita-cerita para leluhur warga Nusa Utara.

“Yang pasti kami sebagai tokoh-tokoh Nusa Utara meyampaikan apresiasi yang tinggi dan berterima kasih banyak kepada Wali Kota Manado, Bapak Vicky Lumentut yang ikut mendukung suksesnya acara kami ini bersedia menjadikan Tulude sebagai kalender Iven setiap tahun Pemkot Manado,’’ kunci mantan Kadis Sosial Pemprov Sulut ini dimasa kepemimpinan Gubernur alm. A.J Sondakh. (anto reppy)