IKLAN

Dihadirkan JPU, Ini Kata Jufri Umar, Direktur RSR Saat Bersaksi Kasus Youth Center


Jufri Umar, Direktur PT Radenma Sembada Raksa didampingi JPU melihat berang bukti dalam sidang kasus Youth Center di PN Manado, Selasa (10/3). (foto: mdoline)

Jufri Umar, Direktur PT Radenma Sembada Raksa didampingi JPU melihat berang bukti dalam sidang kasus Youth Center di PN Manado, Selasa (10/3). (foto: mdoline)

MANADO—Kasus dugaan korupsi dana pembangunan gelanggang olahraga pemuda, Youth Center Manado, dengan terdakwa Ronny Eman, Selasa (10/3) siang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Manado dengan menghadirkan saksi Jufri Umar (50) warga Jakarta, yang diberikan kuasa oleh PT Radenma Sembada Raksa (RSR) sebagai Direktur. Sidang dugaan kasus korupsi Rp8,9 miliyar tersebut diketuai Majelis Hakim Vera Lihawa SH MH, dengan Jaksa Penuntu Umum (JPU) Ryan Untu.

Dihadapan Majelis Hakim saksi Jufri mengatakan, saat PT RSR menang proyek untuk dana pembangunan gelanggang olahraga pemuda, ia dikuasakan oleh Ibu Martiana Marpau menjadi Direktur dalam perusahaan tersebut. Namun sayang, target pembangunan itu molor hingga enam bulan.

Diakui saksi Jufri, Frans Latongky sebagai Manager Proyek, telah membuat kontrak pekerjaan dan telah ditandatangi oleh saksi Jufri. “Dalam proyek tersebut Ibu Martiana Marpau mendapat bonus sebesar satu persen atau sekitar Rp70-an juta. Begitu juga PT RSR, menerima bonus miliyaran rupiah,” aku saksi Jufri.

Ditambahkannya, walaupun saksi Jufri telah ditunjuk sebagai Direktur PT RSR, namun tugasnya hanya melakukan tanda tangan yang diminta oleh Frangki Sondakh dan James Suneo yang adalah Manager Keuangan. “Saya kala itu hanya menerima cek kosong dan uang dari komite langsung dikirim ke PT RSR. Di perusahaan ini saya hanya digaji Rp4 juta ditambah dengan uang makan setiap hari sebesar Rp60 ribu,” jelas saksi Jufri. (alen)