IKLAN

LIPUTAN KHUSUS

Dianggarkan 13 M Tahun 2016, ROR: Saya Tidak Pernah Hapus Program UC


LIPUTAN KHUSUS

Penjabat Wali Kota Manado, Royke Roring saat pimpin Rakor awal tahun 2016, Senin (4/1) pagi tadi

Penjabat Wali Kota Manado, Royke Roring saat pimpin Rakor awal tahun 2016, Senin (4/1) pagi tadi

MANADO – Pemberitaan melalui media online belum lama ini terkait salah satu program unggulan Pemerintah Kota Manado, yakni Universal Coverage (UC), atau Layanan Kesehatan Semesta untuk masyarakat Manado dikabarkan telah dihentikan, menyusul pengumuman pihak RSUP Prof Kandou, tertanggal 31 Desember 2015 ditandatatangani Dirut RSUP Prof Kandou dr. Maxi Rondonuwu, DHSM MARS membuat penjabat Wali Kota, Royke O. Roring terkejut.

Ini terungkap saat ROR, sapaan Wali Kota memimpin Rapat Koordinasi Awal Tahun, Senin (4/1) pagi di Ruang Toar Lumimuut. Birokrat senior Sulut inipun langsung perintahkan Kadis Kesehatan, Robby Mottoh dan Kabag Humas Pemkot Manado, Franky Mocodompis memberikan penjelasan sekaligus klarifikasi terkait pemberitaan itu.

“Beliau merasa terkejut dengan opini pemberitaan seolah-olah kehadiran beliau sebagai Penjabat Walikota menggantikan Dr. G.S. Vicky Lumentut, serta merta menggantikan program pemerintah Kota Manado, termasuk Universal Coverage,” kata Mocodompis.

Menurut mantan Kepala Bidang Pengembangan Sarana Komunikasi Dinas Kominfo Kota Manado, telah diketahui bersama program Pemkot Manado itu prosesnya diawali sejak Maret tahun sebelumnya hingga ditetapkan sebagai APBD.

“Jadi tidak benar jika kehadiran Penjabat Walikota Manado serta merta menggugurkan UC,” tegasnya seraya menjelaskan tugas utama kehadiran Penjabat Walikota Manado,menjaga kesinambungan pemerintah, dan mengawal pemerintahan transisi hingga dilantiknya Walikota Manado periode 2016 – 2021.

“Sehingga program-program yang menyentuh kepentingan masyarakat banyak wajib dilanjutkan, termasuk UC sendiri. Jadi mau dihapus bagaimana sedangkan anggaran UC sudah tertata di 2016 sevesar 13 Milyar,” pungkas Mocodompis.

RSUP Manado Sumber Kegaduhan Masyarakat Soal Program UC

Pengumuman yang ditempel RSUP Manado soal tidak menerima sementara pasien UC

Pengumuman yang ditempel RSUP Manado soal tidak menerima sementara pasien UC

Kabar layanan kesehatan gratis atau program Universal Coverage (UC) tidak berlaku lagi di RSUP Prof Kandou Malalayang menjadi momok pembicaraan warga Kota Manado. Pasalnya, program pro rakyat hasil terobosan GS Vicky Lumentut ketika menjabat Walikota Manado sudah dinikmati masyarakat Kota Manado. Rata-rata masyarakat merasa sangat terbantu dengan program tersebut.

Kabar RSUP Prof Kandou menghentikan sementara pelayanan kesehatan peserta UC ini membuat kereseahan warga saat ini. “Saya melihat pihak RSUP Prof Kandou ini sumber kegaduhan masyarakat soal UC,” tegas Ketua DPRD Manado, Noortje Van Bone kepada sejumlah wartawan.

Srikandi Fraksi Partai Demokrat ini juga mengaku ada beberapa konsituennya yang mengadu dan menanyakan kabar program UC benar-benar sudah dihapus atau belum. “Jangan mentang-mentang hanya di RSUP Kandou yang bisa melayani pasien cuci darah dengan memakai pelayanan UC terus bikin diri,” tandas Van Bone.

Tudingan Ketua Partai Demokrat Kota Manado ini beralasan. Pasalnya, dari 7 rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemkot Manado dalam pelayanan peserta UC ini, hanya pihak RSUP Prof Kandou yang menyampaikan belum menerima pasien layanan kesehatan gratis UC. “Rumah sakit yang lain yang bekerjasama dengan Pemkot Manado kan tidak. Hanya RSUP Kandou. Tapi kami sudah menyurat ke pihak manajemen RSUP Prof Kandou untum member jaminan,” tukas Van Bone.

 

Realisasi Dana Klaim UC di 7 Rumah Sakit di Manado

Pasien UC yang terbaring di salah satu dumah sakit di Manado

Pasien UC yang terbaring di salah satu dumah sakit di Manado

Dalam pengelolaan program layanan kesehatan gratis untuk warga Kota Manado atau Universal Coverage (UC), Pemkot Manado bekerjasama dengan tujuh rumah sakit (RS).

Masing-masing RS Islam Siti Maryam, RS Advent Manado, RS Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang, RSU Pancaran Kasih GMIM Manado, RS Bhayangkara Tingkat IV Manado, Balai Kesehatan Mata Masyarakat Manado (BKMM), dan RSUP Prof Kandou.

“Berdasarkan laporan realisasi dana klaim UC di tujuh rumah sakit yang diberikan Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkot Manado masih memiliki tunggakan 4,7 miliar kepada pihak RSUP Prof Kandou. Ini data yang diberikan Dinkes,” kata Kabag Humas Pemkot Manado, Franky Mocodompis.

Tunggakan Rp4,7 M atau total tunggakan mencapai Rp6.052.648.000 inilah, menurut Kadis Kesehatan, Robby Mottoh menyebabkan pihak rumah sakit mengambil kebijakan untuk sementara waktu tidak menerima layanan UC.

“Tapi tahun 2016 ini, Pemkot Manado menganggarkan layanan UC sekitar 13 miliar,” tandas Mottoh. (antoreppy)

 

DATA TERKAIT PEMBAYARAN UC :
1. Realisasi dana klaim di 7 RS sejumlah Rp 26.459.359.748,-
2. Belum mengajukan klaim:

– Desember 7 RS

– November 5 RS

– Oktober 3 RS

– September 1 RS

– Agustus 1 RS

  1. Sudah mengajukan klaim tapi belum terbayar / tunggakan

– November 2 RS

– Oktober 2 RS

– September 1 RS

– Juli 1 RS

– Juni 1 RS

 

 

 

Manado Fiesta 2017