IKLAN

Di Tangan GSVL, Honor Pala & Insentif Tokoh Agama Naik


Walikota Manado GS Vicky Lumentut

Walikota Manado GS Vicky Lumentut

MANADO – Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) telah memberikan bukti mensejahterakan rakyat. Kerja keras jajaran Pemkot Manado pun terus menuai prestasi, pengakuan dan penghargaan selama hampir lima tahun. Salah satu yang membanggakan adalah terkait pengelolaan keuangan yang dilakukan secara cermat, dimana sejumlah kantong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Manado bisa digali dengan baik sehingga menunjukan peningkatan yang signifikan.

Imbasnya, honor kepala lingkungan (Pala) dan insentif tokoh agama pun ikut naik. Buktinya, sebelum GSVL menjabat Walikota, honor Pala sesuai Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 3 Tahun 2007 hanya Rp750.000,- per bulan. Namun begitu GSVL terpilih dan dilantik menjadi Walikota Manado pada 8 Desember 2010 silam, honor Pala langsung dinaikkan melalui Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD-P) 2011 menjadi Rp1.500.000,- per bulan yang ditegaskan melalui Perwako Nomor 18 Tahun 2011. Kenaikan honor Pala ini dilakukan di APBD-P 2011 mengingat pembahasan APBD Induk 2011 di saat GSVL belum Walikota.

Besaran honor Pala sebesar Rp1.500.000,- per bulan berlaku hingga 2013. Mengingat tugas dan tanggung jawab Pala sebagai pemerintah dan pelayan di lingkungan makin banyak, maka pada tahun 2014 lalu Walikota GSVL menaikkan honor Pala menjadi menjadi Rp2.250.000,- per bulan yang dipertegas dengan Perwako Nomor 54 Tahun 2014. Karenanya, untuk APBD 2014 lalu telah dialokasikan anggaran sebesar Rp1.134.000.000 untuk membayar honor 504 Pala di Manado. “Pala adalah garda terdepan dalam pembangunan sebuah daerah, termasuk di Manado. Sehingga pantas dan layaklah kalau kita memberikan apresiasi setimpal atas kinerja mereka dengan menaikkan honor mereka. Dan kenaikan honor Pala ini juga dimaksudkan untuk peningkatan kinerja kerja,” ujar Walikota GSVL.

Tak hanya sampai di situ, perhatian besar juga diberikan Walikota GSVL kepada para tokoh agama di Manado. Dimana menurut dia, untuk mensejahterahkan masyarakat, ada dua pilar pembangunan yang sangat penting, yakni peran pemerintah dan peran dari para rohaniawan atau para tokoh-tokoh agama. Tak heran jika insentif tokoh agama atau rohaniawan juga terus naik di tangan Walikota GSVL. Sebelum GSVL menjabat Walikota Manado, insentif tokoh agama hanya Rp500.000,- per tahun sampai 2011.

Nanti di saat GSVL menjabat Walikota, pada 2012 insentif tokoh agama bukan lagi diberikan Rp500.000,- per tahun tapi sudah menjadi Rp500.000,- per bulan dan berjalan hingga tahun 2013. Selanjutnya pada tahun 2014, naik menjadi Rp600.000,- per bulan, sementara untuk tahun 2015 berjalan ini sudah menjadi Rp1.000.000,- per bulan. Dijelaskan GSVL, rohaniawan atau tokoh agama memiliki tugas dan peran penting guna pembaharuan bagi umat atau jemaatnya. “Untuk itu kalau peran kedua pilar ini (pemerintah dan rohaniawan, red) dapat berjalan baik, semuanya ini tentu jadi lengkap guna harapan pembangunan yang dilakukan bersama demi kepentingan masyarakat luas,” ujar Walikota visioner ini.

Selaih kesejahteraan Pala dan tokoh agama, Walikota GSVL juga memperhatikan kesejahteraan petugas kebersihan dan penyapu jalan. Dimana memasuki tahun 2011, honor petugas telah dinaikan, hingga memasuki tahun terkahir kepemimpinan GSVL gaji petugas kebersihan bervariasi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Saat ini gaji petugas kebersihan telah mencapai rata-rata Rp2-3 juta per bulan, dialokasi pada APBD Manado. “Kerja keras para pahlawan kebersihan Manado ini, sudah selayaknya mendapat tunjangan kesejahteraan yang lebih baik. Petugas kebersihan juga telah diikutsertakan pada program BPJS untuk jaminan kesehatan dan keselamatan kerja,” ucap Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ini.

Terkait hal itu, sejumlah kepala dareah di Indonesia pun ingin mengadopsi program pro rakyat yang dijalankan Walikota GSVL selama ini. Salah satunya Walikota Batam Provinsi Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan, yang menyanjung terobosan GSVL dalam membangun Manado. “Kami di Batam saja yang hampir sama dengan Manado belum berani berbuat seperti itu. Memang ini terobosan yang benar-benar pro rakyat,” kata Dahlan belum lama ini, seraya berujar bahwa terobosan yang dilakukan GSVL tersebut sangat baik karena menjadi kepala daerah pertama yang mampu mewujudkan sebuah program yang pro-rakyat seperti itu.(*)

Di Tangan GSVL, Honor Pala & Insentif Tokoh Agama Naik

HONOR KEPALA LINGKUNGAN
– 2011 : Rp1.000.000,- per bulan Perwako 18/2011
– 2011 (APBD-P) : Rp1.500.000,- per bulan Perwako 18/2011
– 2012 : Rp1.500.000,- per bulan Perwako 18/2011
– 2013 : Rp1.500.000,- per bulan Perwako 18/2011
– 2014 : Rp2.250.000,- per bulan Perwako 54/2014
– 2015 : Rp2.250.000,- per bulan Perwako 54/2014
INSENTIF TOKOH AGAMA
– 2011 : Rp500.000,- per tahun
– 2012 : Rp500.000,- per bulan
– 2013 : Rp500.000,- per bulan
– 2014 : Rp600.000,- per bulan
– 2015 : Rp1.000.000,- per bulan