IKLAN

Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik

Di Penjara Selama 30 Hari, Ibu Cantik ini Menangis Dihadapan Hakim


Sidang Kasus Pencemaran Nama Baik

Terdakwa pencemaran nama baik hanya bisa menangis ketika majelis hakim meminta untuk ditahan. (Foto/saleh.manadoline.com)

Terdakwa pencemaran nama baik hanya bisa menangis ketika majelis hakim meminta untuk ditahan. (Foto/saleh.manadoline.com)

MANADO- Terdakwa Rona Hetty Solang (44) warga Perum Poligriya Indah, Kelurahan Kairagi Dua, Lingkungan XI, Kecamatan Mapanget, Senin (6/7) sore kemarin menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Manado.

Dalam keterangan terdakwa dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Verra Lihawa SH MH dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mita Ropa SH MH, kalau ia melakukan perbuatan tersebut, karena janji korban Haji Mohammad Darwis Hamid yang akan menikahinya tidak di tepati.

Terdakwa juga mengakui, kalau ia yang melakukan pencemaran nama baik melalui BBM, FB dan SMS, karena sakit hati korban Haji Mohammad selain kumpul kebo dengan terdakwa, ternyata memiliki perempuan lain, seghingga melaporkan melalui media elektronik kepada istri korban dan saudara-saudaranya.

Diketahui, peristiwa itu berawal pada bulan September 2014 hingga 1 Oktober 2014 di Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget. Terdakwa dengan sengaja mendsitribusikan informasi melalui media elektronik berupa BBM, FB dan SMS yang bermuatan penghinaan serta pencemaran nama baik terhadap Haji Mohamad Darwis Hamid dan istrinya Hj Sulastri Sigar.

Ceritanya, terdakwa yang telah menjalin kasih dengan korban Haji Mohammad Darwis Hamid berang. Pasalnya, disaat korban sedang pacaran hingga sampai kumpul kebo, tak kunjung dinikahi. Ini membuat terdakwa marah dan melaporkan kelakuan korban kepada istri sah-nya dan orang-orang terdekat korban Haji Mohammad Darwis Hamid.

Akibat perbuatan terdakwa ini diancam pidana Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 1 UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. (alen)