IKLAN

Di-DKPP-kan Golkar, Ini Jawaban Panwas Bitung


Robby Kambey

Robby Kambey

BITUNG – Terkait kisruh pencalonan pasangan independen Ridwan Lahiya-Max Purukan (RL-Mapan) yang diloloskan sebagai Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Panwas Bitung bersikukuh, dua kali amar putusan panwas karena mempertimbangan laporan RL-Mapan, bahwa KPU tidak melibatkan saksi atau LO paslon saat verifikasi di kelurahan dan rekapitulasi ke kecamatan.

“Fakta persidangan KPU akui bahwa LO paslon memang tidak hadir. Dan RL-Mapan menegaskan, mereka punya dukungan lebih dari 21 ribu,” tutur personil Panwas Bitung, Robby Kambey.

Soal ancaman gugatan DPP Golkar yang melaporkan Panwas ke DKPP, Kambey enggan menanggapi. “Prinsipnya putusan kami sesuai fakta persidangan,” tegas Kambey, usai menerima pengaduan Aliansi Aktifis Anti Korupsi (A3K) Indonesia, Rabu, di Kantor Panwas Bitung.

Semengtara Ketua DPP Pelopor Angkatan Muda Indonesia (PAMI), Noldy Pratasis meminta KPU agar membatalkan penetapan RL-Mapan sekalipun ada putusan panwas.

Menurut Pratasis ada kejahatan yang masif dan terstruktur untuk mengakomodir RL-Mapan. “PAMI sedang mempersiapkan berkas untuk membawa kasus ini ke DKPP. Kita berharap KPU tidak serta merta mengikuti putusan rancu seperti itu,” pinta Pratasis.

Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Bitung Ridwan Lahiya menegaskan, pihaknya memiliki dukungan lebih dari 21 ribu. Dukungan tahap pertama delapan ribu dan tahap kedua 28 ribu. “Kami yakin yang bermasalah ada di tingkat verifikasi KPU. Kemudan KPU sendiri yang melanggar amar putusan. Jadi kami berhak dan merasa ada keadilan melalui amar putusan panwas,” tegas Ridwan. (jones)