IKLAN

Masalah Kebersihan Tak Lagi di Dinas, Ini Curhat Sopir Sampah (I)

“Di Dinas Kebersihan, Setiap Bulan Uang BBM/Service Kendaraan Dipotong”


Masalah Kebersihan Tak Lagi di Dinas, Ini Curhat Sopir Sampah (I)

Aktivitas truk sampah di Kota Manado

Aktivitas salah satu truk sampah di Kota Manado

MANADO – Ada yang menarik di balik kebijakan Wali Kota dan Wawali, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan (GSVL-MOR) melimpahkan tupoksi masalah kebersihan tidak lagi dibawah wewenang Dinas Kebersihan, melainkan urusan pihak kecamatan saat ini.

Sebelumnya mulut para sopir truk pengangkut sampah bungkam, kini mereka terang-terangan mengeluarkan sekelumit kekecewaan ketika mereka masih berurusan Dinas Kebersihan dalam memperjuangkan hak-hak mereka ketika itu.

Salah satunya diungkapkan Sater Bopeng, sopir truk pengangkut sampah di wilayah Kecamatan Wanea. Dia dan rekan-rekannya sesama sopir truk pengakut sampah setiap bulannya harus mengeluhkan jatah uang BBM dan service kendaraan.

“Setiap bulan dipotong. Padahal per kecamatan itu sudah ada jatah masing-masing untuk kami sopir truk pengangkut sampah sesuai jarak tempuh dan luas wilayah kami,” aku Sater.

Sater yang dipercayakan sebagai koordinator sopir truk sampah tersebar di wilayah Kota Manado itu, mengaku, khusus dirinya setiap bulan itu mendapat jatah uang BBM/service kendaraan sebesar Rp3 jutaan lebih.

“Kalo teman saya wilayah Tikala, hanya sekitar 2,5 jutaan setiap bulan. Beda-beda setiap wilayah,’’ ungkapnya.

Tapi kenyataannya, setiap bulan yang diterima tidak sesuai jatah. “Kami terima tidak sebesar jatah itu. Macam saya, nda 3 jutaan sekaligus. Tidak cukup sebulan uang BBM kami,” ungkap Sater. (antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017