IKLAN

Deprov Tetapkan APBD-P 2015 jadi Perda


PENANDATANGAN: Gubernur Sulut DR. S H Sarundajang saat melakukan penandatangan  RAPBD-P 2015 menjadi Perda didampingi pimpinan dewan dan Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil

PENANDATANGAN: Gubernur Sulut DR. S H Sarundajang saat melakukan penandatangan RAPBD-P 2015 menjadi Perda didampingi pimpinan dewan dan Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil

MANADO-Setelah melakukan pembahasan yang cukup alot dengan mitra kerja SKPD. Dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2015. DPRD Sulut telah menetapkan APBD-P menjadi Peraturan Daerah lewat rapat paripurna yang dipimpin oleh Ketua Dewan Drs. Steven Kandouw.
Sebelum penetapan, Enam Fraksi yang ada di DPRD Sulut menyampaikan pendapat akhir. Yang intinya menerima Ranperda APBD 2015 untuk dijadikan peraturan daerah disertai dengan catatan kritis. Seperti anggaran untuk pendidikan sangat kecil di APBD-P dibandingkan dana pilkada cukup besar 197 miliar. Sarana infrastuktur juga jadi perhatian enam fraksi. Misalnya pembangunan jalan Manado-Tomohon harus menjadi prioritas akibat bencana lalu. Kemudian dibidang kesehatan juga diharapkan mendapat perhatian serius pemerintah. Dan yang tak kalah pentingnya adalah pemanfaatan dana pilkada yang sangat menguras APBD dapat dipergunakan sebaik mungkin dan penghematan.
Dalam pandangan akhir fraksi juga, mereka memberikan peringatan SKPD atau pejabat yang tidak disiplin dalam pembahasan. Seperti asiten III C Talumepa SH yang enggan menghadiri pembahasan APBD-P di DPRD Sulut. ” Yang tidak menghadiri pembahasan, kiranya dapat diberikan sanksi yang tegas,” papar James Tuuk membacakan pendapat akhir Fraksi PDIP,Jumat (21/8). (mom)