IKLAN

Gerak Cepat Pemkot Manado Minimalisir Korban Jiwa

DBD Menggila, Wali Kota Instruksikan Fogging Seluruh Wilayah


Gerak Cepat Pemkot Manado Minimalisir Korban Jiwa

Petugas Dinas Kesehatan Manado saat melakukan fogging antisipasi penyakit DBD di sejumlah wilayah

Petugas Dinas Kesehatan Manado saat melakukan fogging antisipasi penyakit DBD di sejumlah wilayah

MANADO—Belakangan ini warga Kota Manado dihantui dengan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, dilaporkan sudah ada yang meninggal dunia akibat penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk jenis aedes aegypti itu.

Pemkot Manado pun langsung bergerak cepat. Wali Kota Vicky Lumentut langsung menginstruksikan Kadis Kesehatan, Dr, Robby Motto untuk mencegah penularan penyakit mematikan ini.

“Kami telah melakukan fogging di wilayah-wilayah Kota Manado agar korban penyakit DBD tidak bertambah, di bulan Januari ini telah 64 lokasi yang telah dilakukan penyemprotan untuk membasmi nyamuk penyebab DBD,” katanya, Rabu (28/1) kemarin.

Tak hanya melakukan fogging, namun Dinkes Manado juga mencegah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahayanya perkembangbiakan nyamuk aedes albopictus.

FOGGING2“Untuk mencegahnya kami mensosialisasikan tempat-tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes misalnya dengan gerakan 3 M yaitu Menguras, Menutup rapat tempat-tempat penampungan air, dan Menabur bubuk abate atau altosid serta mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air,’’ jelas Motto.

Sekadar diketahui, berdasarkan laporan masuk ke Wali Kota, beberapa lokasi di wilayah Manado yang sudah terjadi DBD selanh Januari ini, misalnya di Kecamatan Wenang terjadi 7 kasus. Semuanya langsung ditindaklanjuti di Puskesmas Wenang dan telah dilakukan fogging. Di Kelurahaan Paal Dua jugva langsung mendapat perawatan di Puskesmas Ranomuut.

Sementara dari Bunaken dilaporkan sampai saat ini beberapa masyarakat masih dirawat di RS dan di kelurahan Pandu, satu anak meninggal. Saat ini sedang dilaksanakan penyemprotan oleh puskesmas. Pun di Kelurahan Sario Lingkungan III, seorang balita usia 2 tahun dilaporkan ikut terkena DBD. (anto reppy)