IKLAN

Pemkot Terima SPPH Kemenkeu, Warga Salut Perjuangan Wali Kota Lobi Bantuan Dana Bencana


Wali Kota GS Vicky Lumentut mengunjungi seorang perempuan renta yang menjadi korban banjir tahun lalu di salah satu tempat pengungsian.

Wali Kota GS Vicky Lumentut mengunjungi seorang perempuan renta yang menjadi korban banjir tahun lalu di salah satu tempat pengungsian.

MANADO – Masyarakat Kota Manado yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor awal tahun lalu sumringah mendapat kabar kalau bantuan dari Pemerintah Pusat dalam waktu dekat ini segera cair. Dengan begitu penantian panjang untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah mereka yang rusak sedang, berat maupun hanyut segera terjawab.

Buktinya, jika tak ada ral melintang, hari ini Pemkot Manado akan menerima Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) bantuan pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dari Kementerian Keuangan, di Jakarta hari ini.

Ini berarti perjuangan dan kerja keras Wali Kota GS Vicky Lumentut pulang balik Jakarta melobi bantuan itu tidak sia-sia. “Salut buat torang pe Pak Wali Kota ini. Perjuangan kemanuasiaan pak Wali sudah terbukti. Dulu torang pikir so nda mo ada itu bantuan, ternyata janji Pak Wali akan terus memperjuangkan membuahkan hasil. Sukses Pak, lanjutkan perjuangan untuk Manado lebe bae lagi,” kata Rugaiya Sumangkut tak bisa menyembunyikan wajahnya terpancar rasa gembira sembari berkali-kali menyatakan rasa salut ke GSVL, sapaan Wali Kota.

Ibu rumah tangga di Tuminting ini mengaku salah satu jadi korban banjir. Sebagian rumahnya hanyut dan sebagian lagi rusak. “Sapa tau bisa cepat ini bantuan supaya bisa meringankan torang mo kase bae ini rumah,” harap perempuan beranak dua ini.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado Maximilianus Tatahede mengungkapkan, penyerahan SPPH menjadi tanda akan segera dicairkannya bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak berat, sedang dan hanyut, akibat bencana tahun lalu, yang sempat dijanjikan pemerintah pusat tahun lalu.

Meski demikian, dia mengaku belum bisa memastikan nilai hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang akan diperoleh. Bahkan, dia memperkirakan hibah akan dicairkan secara bertahap. “Kalau mau mengacu dari jumlah yang diajukan Pemkot Manado oleh wali kota, nilainya sekitar Rp223 miliar,” ungkapnya, kemarin.

Dia menjelaskan, bantuan tersebut diperuntukkan kepada para korban bencana yang rumahnya rusak berat, hanyut dan sedang. “Itu khusus untuk korban yang rumahnya berada di jarak lewat 15 meter dari sungai,” terangnya. Sedangkan warga yang rumahnya berada di 15 meter dari sungai nantinya akan direlokasi ke wilayah Pandu. “Nah, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk relokasi dan pembangunan kembali rumah rusak,” jelasnya. (anto/advnews)