IKLAN

Coreng Citra Pemkot, Bantuan Bencana Diduga Dijadikan Lahan “Mancari”


Wali Kota Manado Vicky Lumentut saat memantau penyaluran bantuan bencana di Stadion Klabat belum lama ini

Wali Kota Manado Vicky Lumentut saat memantau penyaluran bantuan bencana di Stadion Klabat belum lama ini

MANADO–Meski sudah diwanti-wanti oleh Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut agar bantuan bencana Rp3.600.000 per rumah benar-benar disalurkan kepada warga korban banjir bandang Manado 15 Januari lalu, namun masih ada oknum-oknum yang memanfaatkan bantuan itu untuk mencari keuntungan pribadi.
Salah satu terjadi di sebuah lingkungan di kelurahan Paal 4 Kecamatan Tikala. Ini terungkap dari pengakuan salah seorang warga, Ekky M kepada wartawan manadoline.com siang tadi sambil memperlihatkan bukti rekaman pernyataan warga yang mengaku mengetahui bantuan bencana itu disunat. “Menurut dorang pala (kepala lingkungan) yang bage. Pokoknya ada yang satu juta diberikan kepada warga yang bukan korban banjir dengan komitmen dibagi dua,’’ ujar Ekky, salah satu warga penerima bantuan bencana namun sampai sekarang belum menerima.
Ekky yang ditemani dua ibu rumah tangga ini mengakui, di wilayah mereka ada 60 KK tercatat menerima bantuan bencana. Justru yang menerima hanya sebagian. “Yang lain dananya disalurkan kepada warga yang bukan penerima. Ini kan aneh. Makanya kami mau laporkan ini ke lembaga DPRD Manado,’’ tegas Ekky.
Legislator Manado dapil Tikala-Paal 2, Arthur Adolf Paath mengakui sudah menerima laporan masalah penyaluran bencana yang terjadi di wilayahnya itu.
Menurutnya, ada unsur suka dan tak suka dari oknum Pala dalam penyaluran bencana ini serta calo yang diduga mengambil keuntungan dari dana bencana tesebut.
“Ada yang bilang, kalau tidak dekat dengan Pala dan Lurah nama mereka tidak dicatat sebagai penerima bantuan padahal mereka korban bencana 15 Januari lalu,’’ pungkas politisi Hanura ini. (anre)