IKLAN

Cobalah Kuliner di Trotoar nan Tradisional Terjangkau, Ada di…


 

Para pedagang makanan di tepi trotoar depan Jumbo Swalayan Manado, Kamis (11/2) (foto:Kandi/ML)

Para pedagang makanan ditepi jalan atau diatas trotoar depan Jumbo Swalayan Manado, Kamis (11/2) (foto:Kandi/ML)

MANADO-Jalan-jalan ke pusat kota 45 Manado, sering melihat pedagang kaki lima jualan pakaian dan aksesoris mempercantik diri. Jika diteliti ada pandangan unik di tepi jalan atau diatas trotoar.

Kali ini, Pantauan Manadoline Kamis (11/2), sekira pukul 15.30 Wita terlihat ibu-ibu pantang menyerah jajakan makanan siap santap sore hingga malam hari tepatnya didepan Jumbo Swalayan.

Sate, ketupat, telus puyuh, nasi bungkus, nasi jaha dan menu makanan khas Manado lainnya. Pedagang Lilis terlihat sibuk mengatur dagangannya

Sate, ketupat, telus puyuh, nasi bungkus, nasi jaha dan menu makanan khas Manado lainnya. Pedagang Lilis terlihat sibuk mengatur dagangannya

Mereka berjejeran ditepi trotoar pertokoan tak malu-malu teriak menawarkan dagangan mereka.

Sate ayam, telor puyu, nasi bungkus, nasi jaha, ketupat dan makanan khas Manado lainnya menggugah selera jelang suasana sore ditengah kepenatan sore.

Lilis Molange (35) , warga Mahawu Lingkungan VI Kecamatan Tuminting mengaku selama 13 tahun mulai keliling Taman Kesatuan Bangsa (TKB) hingga menetap di trotoar untuk jualan.

“Untungnya lumayan, per hari dapat omzet sekitar Rp 250 ribu, lamanya jualan ya sampai malam kalau masih banyak makanannya,”curhat Lilis.

Ditanya kenapa berjualan di trotoar? Lilis singkat menjawab, kalau di trotoar gampang dijangkau pengunjung dan tidak bayar tagihan tempat alias gratis,”katanya.

Sambil berharap Wali Kota yang akan dipilih 17 Februari nanti dan siapa pun yang terpilih. Perhatikan para pedagang kecil, biarkanlah kami berjualan selagi tidak merugikan lainnya ditempat ini (trotoar-red),”harap Lilis. (srikandipangemanan)

 

Manado Fiesta 2017