IKLAN

BUKTI SANG PANGLIMA MASIH DICINTAI MASYARAKAT MANADO

Cerita Seorang Oma Renta yang Nekat Hadang Imba di Tengah Jalan


BUKTI SANG PANGLIMA MASIH DICINTAI MASYARAKAT MANADO

MANADO – Seakan tak percaya, seorang perempuan renta ini mendengar  informasi kalau mantan Wali Kota pertama pilihan rakyat Manado, Jimmy Rimba Rogi melitas di kampungnya. Informasi  itu membuat perempuan berusia 63 tahun yang mengaku bernama Rugaiya Jamalin terpaksa meninggalkan pekerjaan rumahnya pagi itu.

Dia pun memburu kebenaran informasi kedatangan Imba, sapaan putra Wineru di kampungnya tersebut. Satu per satu warga yang ditemui di jalan tak luput ditanyai. “Betul pak Imba ada datang? Ada  lewat sini, betul…???” tanya Oma Rugaiya.

image

Oma Rugaiya saat mencegat mobil yang ditumpangi Imba

Impian dan rasa penasaran ingin bertemu Imba akhirnya terwujud. Melihat dari jauh tiga mobil konvoi bersama beberapa sepeda motor, dugaan Oma Rugaiya pun muncul dalam hati kecilnya. “Ini stow. Di mobil ini…” cerita perempuan beruban yang rambutnya diikat kain putih mirip bandanan itu.
Tak pelak, di depan mobil pertama Oma ini langsung membentangkan tangannya seolah tidak memperbolehkan melanjutkan perjalanan. “Mana Pak Imba…mana Pak Imba??” tanya Oma Rugaiya. “Pak Imba di mobil satu, di mobil kedua sana,” jawab Denny Tamaka, anggota polisi yang selama ini setia menjadi ajudan Imba.

image

Imba saat memeluk Oma Rugaiya

Oma tersebut langsug menuju mobil putih Toyota Alphard yang ditumpangi Imba bersama istri tercinta Irawati Rogi-Saleh dan dua buah hati, Shelda serta Musa Beringin Belantara Rogi. Ronald Mapaliey, kerabat dekat Imba yang mengemudikan mobil tersebut  buru-buru menginjak pedal rem mobil.
Melihat Oma Rugaiya berlari mendekati mobil, Imba pun langsung membuka pintu mobil depan kiri. Dia keluar bersamaan tanpa rasa canggung, Oma Rugaiya hanya dengan setelan daster merah langsung memeluk tubuh tambun Imba.

image

Imba dan Oma Rugaiya terlibat pembicaraan

“Ini Pak Imba….??? Betul Pak Imba ini….???” Tanya Oma Rugaiya seakan tak percaya. “Iyo Oma… kita Imba, Imba ini,” jawab Imba. “Ohhhh kasiang pak Imba,” timpal Oma Rugaiya kembali memeluk Imba sambil menetaskan air mata.
Imba pun tak bisa menahan sedikit air matanya. Suaranya menjawab beberapa pertanyaan Oma Rugaiya sedikit terbata-bata karena menahan tangis. “So lama nda lihat pak Imba. Ada sehat -sehat pak? Mo bacalon kata (calon Wali Kota Manado),” tanya Oma Rugaiya lagi. “Kalo Tuhan sayang Oma… nanti torang bikin bae-bae ulang ini Manado,” jawab Imba lagi.

image

Imba tak bisa menahan haru melihat Oma Rugaiya meneteskan airmata

Pembicaraan singkat Imba dan Oma renta di tengah jalan itu spontan menjadi tontonan gratis warga. Beberapa warga yang sedang melintas pun berhenti hanya ingin bertemu dan  melihat Imba dari dekat. Satu per satu Imba membalas jabatan tangan warga.

Imba memang  hampir 7 tahun lebih jauh dari amatan warga Manado. Lima tahun lebih dia menghabiskan waktunya di Lapas Sukamiskin setelah dituduh korupsi saat menjabat Wali Kota tahun 2008.

Cerita Oma Rugaiya tadi menggambarkan kalau sosok Imba masih fenomenal di mata masyarakat. Oma renta ini, salah satu dari sekian ribu warga Manado yang masih mencintai Imba, dan menginginkan kembali mencalonkan diri sebagai Wali Kota Manado. Cerita pertemuan Oma Rugaiya dan Imba ini terungkap ketika Imba sekeluarga ibadah bersama jemaat GMIM Effata Desa Pangiang Kecamatan Bunaken pada bulan lalu.
(antoreppy)

 

Manado Fiesta 2017