IKLAN

Cerita Pilu Gadis ABG Langowan Sejak Usia 8 Tahun jadi Budak Seks Ayah Kandung


 

SS alias Sam, pelaku cabul putrinya sat diamankan polisi

SS alias Sam, pelaku cabul putrinya sat diamankan polisi

MANADO – Kemuning – bukan nama sebenarnya—kini berusia remaja, yakni 14 tahun. Meski di usianya yang mulai beranjak dewasa tapi kesehariannya tidak seriang seperti teman-teman seusianya.

Gadis ABG (Anak Baru Gede) tercatat warga Langowan Barat Kabupaten Minahasa ini menyimpan perasaan miris dalam keluarganya karena perbuatan ayah kandungnya, SS alias Sam (42).

Perasaan pilu Kemuning itu akhirnya terungkap. Dia menjadi budak seks Sam, ayah kandungnya sendiri selama 6 tahun.  Kali pertama Kemuning terpaksa melayani birahi ayahnya saat masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Saat itu dia baru berusia 8 tahun dijadikan budak seks ayahnya. Berdasarkan laporan polisi di SPKT Polda Sulut, kejdian itu ketika ibunya sedang tidak di rumah. Pelaku kemudian memanggil korban masuk ke kamar.

Pakaian korban selanjutnya dilucuti pelaku satu per satu dan melakukan aksi bejatnya. Sejak saat itu pelaku ketagihan. Setiap nafsu bejatnya hinggap di ubun-ubun, pelaku tanpa rasa berdosa meminta jatah.

Itu dilakukan setiap istrinya tidak berada di rumah. Korban sendiri harus mendapat pukulan sapu lantai oleh pelaku jika tidak bisa menuruti menyalurkan nafsu birahi ayahnya.

Selama 6 tahun, hingga korban kini berusia 14 tahun terus menjadi budak seks ayah kandungnya. Terakhir sebelum ditangkap Tim Resmob Manguni Polda Sulut, Senin (26/9/2016), korban masih sempat menikmati tubuh anak kandungnya sendiri, Jumat (23/9/2016).

Modus operandi sama seperti biasanya di saat istrinya sedang tidak di rumah. Ketika itu korban sempat menolak dengan alasan sedang datang bulan. Namun pelaku yang keseharian tukang ojek itu tetap memaksa anak kandungnya untuk melayani nafsu bejatnya.

Korban diancam lalu dianiaya. Ditempeleng hingga akhirnya dengan keadaan terpaksa korban menuruti kemauan ayahnya. Kini Sam harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di polisi.

“Berdsrkan Laporan Polisi di SPKT Polda Sulut dan berdasarkan permintaan bantuan Penyidik Unit PPA kepada Tim Resmob Manguni 3 (TM3) Polda Sulut dipimpin Inspektur Polisi Adrianus Untu & creew telah lakukan penangkapan terhdp pelaku,” kata Diremkrimsus Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratuoangi.

Setelah diyakini cukuol bukti, menurut Pitra, tersangka langsung dicengkram TM3 di rumahnya tanpa perlawanan. “Cukup dugaan tersangka atas perbuatan tidak senonoh terhadap anaknya yang masih dibawah umur,” kata Pitra.

Untuk mempertanggungjawabkan perbutannya, Sem telah diserahkan oleh TM3 ke penyidik unit PPA Subdit IV / Renakta Ditreskrimum Polda Sulut utk proses hkm.

“Ini perbuatan sungguh amat disayangkan. Seharusnya seorang ayah menajdi pelindung utama bagi anaknya dan menjadi motivator bagi anaknya untuk meraih cita-cita. Tapi justru malah ayah bejat ini yg merusak mental dan impian anaknya sendiri,” (antoreppy)

 

 

Manado Fiesta 2017