IKLAN

Calon Sekprov (Katanya) yang Gagal Pimpin Roda Pemerintahan Kota Manado Masa Transisi  


Royke Roring

Penjabat Wali Kota, Royke Roring dengan latar sejumlah penghargaan Adipura yang diraih Pemkot Manado dimasa kepemimpinan Wali Kota GS Vicky Lumentut.  (foto: humas pemkot)

MANADO – Dugaan adanya ketidakberesan penyaluran dana bantuan bencana alam di Kota Manado yang bersumber dari pemerintah pusat sebesar Rp213 miliar beberapa waktu lalu mulai tercium.

Begitu juga soal relokasi warga korban bencana di Pandu yang dikabarkan sampai saat ini belum siap. Padahal deadline pemerintah pusat penggunaan dana bencana alam itu hanya sampai Oktober 2016 ini.

Kasak kusuk penyaluran dana bencana alam inipun sudah sampai ke telinga anggota DPRD Manado. “Sudah banyak keluhan. Makanya saya ingatkan, pemerintahan sekerang ini hati-hati. Jangan sampai terindikasi penyimpangan,” kata personil komisi A, Syarifudin Saafa.

Sebaliknya Akademisi UNIMA, Widdy Rorimpandey menilai, Penjabat Wali Kota Manado, Royke O. Roring (ROR) justru terlalu sibuk dengan mutasi jabatan di lingkungan pemkot ketimbang menyelesaikan tugas penting yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

Dia menilai, birokrat senior yang katanya calon Sekprov Sulut ini gagal total mengendalikan jalannya roda pemerintahan Kota Manado sebagai penjabat.

“Belum 5 bulan menjabat sudah 3 sampai 4 kali melakukan mutasi pejabat. Belum dihitung beliau berapan kali keluar daerah. Tugas utama Penjabat itu mengisi kekosongan pemerintahan serta mempersiapkan calon pemimpin Kota Manado,” ujar Widdy Rorimpandey

Dia pun mencontohkan. Saat ini penyaluran dana bencana alam banyak dikeluhkan. “Saya sangsi dengan jabatannya sebagai Bappeda Provinsi, harusnya banyak mengetahui tentang hal ini,” sindirnya.

Jerry Massie, pengamat politik dan pemerintahan ternyata ikut heran gaya kepemimpinan ROR. Dibandingkan dengan penjabat kepala daerah di daerah yang menggelar Pilkada di Sulut belum lama ini (Bitung, Tomohon, Minut, Minsel), tidak ada yang senekat ROR melakukan roling pejabat.

“Apa yang dilakukan ROR tidak elegan dan tidak elok. Tindakan ini keliru, karena statusnya hanya penjabat. Seharusnya ROR urus pemerintahan di masa transisi, dan meninggalkan program yang baik kepada walikota dan wawali terpilih,” katanya. (tim)

 

 

 

Manado Fiesta 2017