IKLAN

BNPB Puji Wali Kota GSVL, Aktor Dibalik Terbitnya PMK Dana Hibah Bencana se-Indonesia


Kepala BNPB, Willem Rampangiley membeberkan kronologis keluarnya aturan PMK di depan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan beberapa kepala daerah lainnya yang menerima dana hibah bencana alam dari Kemnkeu

Kepala BNPB, Willem Rampangiley membeberkan kronologis keluarnya aturan PMK di depan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut dan beberapa kepala daerah lainnya yang menerima dana hibah bencana alam dari Kemnkeu

JAKARTA – Kerja keras dan kerja cerdas Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) dalam memperjuangkan bantuan bencana alam untuk seluruh daerah di Indonesia yang kena musibah bencana alam 2014 lalu tidak banyak yang tahu.

Yang diketahui hanyalah perjuangan GSVL supaya pemerintah pusat menyalurkan bantuan untuk korban bencana alam di Manado saja, termasuk rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana. Kapasitas GSVL selaku Ketua Walikota se-Indonesia (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia/APEKSI) juga diperhitungkan.

Dan, pertanyaan warga Manado dan Kota/Kabupaten lainnya di Indonesia terkait penyaluran dana bantuan bencana dari pemerintah pusat, akhirnya terkuak. Ketersediaan dana Rp1,5 triliun di kas negara, ternyata tidak dapat dimanfaatkan secara serta merta sebab payung hukum yang ada berbentuk bantuan sosial berpola hibah.

“Setelah dikaji, payung hukum ini tidak dapat diterapkan karena berada di wilayah abu-abu antara hibah atau bantuan sosial,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, saat membuka Rapat Koordinasi Penandatangan Perjanjian Hibah Daerah Bantuan Pendanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana TA 2015, di Hotel Lumire Senen, Jakarta Pusat, Selasa (6/10) sore.
Problem ini akhirnya tuntas dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 162/PMK.07/2015 tentang Hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah Dalam Rangka Bantuan Pendanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.

Tidak banyak orang yang tahu kalau keluarnya PMK ini sebagai hasil kerja keras dan kerja cerdas Walikota Manado GSVL, bersama Rampangilei yang saat itu masih menjabat Deputi Bidang I Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, serta BNPB. Jadi GSVL tak hanya pikirkan rakyat Manado, tapi juga berpikir untuk rakyat Indonesia yang kena musibah bencana alam.

“Saya ingat persis, dulu dengan Pak Walikota Manado GS Vicky Lumentut, kira-kira satu tahun yang lalu kami datang kepada Kementrian Keuangan untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi Pak Vicky hari ini kita bisa menyelesaikan apa yang kita mulai hampir setahun yang lalu,”ujarnya.

Jadi menurut Rampangiley, cukup kalau dilihat dalam rentang waktu ini bisa menyelesaikan penyesuaian dan perubahan Peraturan Kementrian Keuangan yang baru yang  menurutnya sangat cepat.

“Oleh karena itu kami sampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pak Walikota Manado dan juga pihak Kementrian Keuangan,” ungkap Rampangilei yang langsung disambut aplaus beberapa kepala daerah di Indonesia yang hadir untuk menadatangani bantuan. Adapun Manado akan menerima Rp213 miliar, atau paling besar dari semua daerah penerima bantuan. (*/antoreppy)