IKLAN

BNNP Sulut Fokus Rehabilitasi dan IPWL, PKK Tuminting Siap Perangi Narkoba


image

BNNP Sulut foto bersama Ibu-Ibu PKK Kecamatan Tuminting usai sosialisasi dampak bahaya peredaran narkoba

MANADO – Indonesia dinyatakan darurat narkoba, membuat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut terus bergandengan tangan bersama sejumlah elemen masyarakat untuk komit memerangi peredaran Narkoba di daerah Nyiur Melambai ini.
Lewat sosialiasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNNP Sulut tak pernah capek bertatap muka dengan kelompok masyarakat. Kali ini, institusi yang dikomandani Kombes Pol, Sumirat Dwiyanto sebagai Kepala BNNP Sulut menggandeng ibu-ibu PKK se Kecamatan Tuminting.

Kegiatan ini diikuti sekitar 40 ibu-ibu PKK yang digelar di Kantor Kelurahan Tuminting. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi agar masyarakat mengetahui apa itu narkoba, sekaligus apa dampak dari penyalahgunaan barang terlarang tersebut. Sebab peredaran gelap narkoba sudah menjalar ke masyarakat luas, tidak peduli usia ataupun profesinya.

Kasubag Administrasi BNNP Sulut, Veky Wungkana, mengatakan sosialisasi P4GN kali ini memang sengaja diberikan kepada ibu-ibu PKK, Sebab kader PKK tingkat RT dan RW memiliki peran yang sangat besar dalam lingkungan keluarga ataupun masyarakat.
“Keluarga merupakan titik awal dimana seseorang bisa hidup, tumbuh dan berkembang. Peran seorang ibu dalam menjaga keharmonisan rumah tangga sangat besar. Seorang ibu bisa memberi contoh yang baik kepada anak-anaknya. Sebab banyak kasus penyalahgunaan narkoba dilakukan oleh anak-anak, karena adanya permsalahan dalam keluarga ataupun orang tua,” terangnya.

Lurah Tuminting Drs. Boyke Pandean sangat mendukung program yang digelar BNNP Sulut. Kegiatan sosialisasi P4GN ini, diakui sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK untuk menambah wawasan tentang penyalahgunaan narkotika. “Dengan adanya kegiatan ini, maka kami bisa ikut membantu mengawasi sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di Manado,” katanya.

Kabit Rehabilitasi BNNP Sulut, Lengkana Naswan selaku Narasumber memaparkan penekanan terhadap bahaya narkoba, jenis-jenis narkoba dan efek dari penyalahgunaannya, sekaligus menitikberatkan program Rehabilitasi dan IPWL tahun 2015 yang menjadi concern BNNP Sulut. 
“Kami harap dengan adanya sosialisasi ini, pengetahuan warga terhadap narkoba dan dampak penyalahgunaannya dapat semakin bertambah. Sekaligus kami mengimbau kepada masyarakat untuk bersedia menjadi kader BNN di lingkungan masing-masing. Yaitu dengan memberikan informasi kepada kami jika ada pecandu di sekitarnya, sehingga dapat kami berikan fasilitas rehabilitasi demi kesembuhan pecandu,” tukas Lengkana.
(antoreppy)