IKLAN

Berani Manipulasi Data Program Pemerintah? Pemprov Tegas Sikapi


MANADO- Kepala Biro Pemerintah dan Humas Setda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Dr Jemmy Kumendong MSi ingatkan 1.740.703 jiwa wajib Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El), data penerima kartu program Pemerintah jangan terjadi anomali.

Ilustrasi

Ilustrasi

Pasalnya dari data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab/Kota se-Sulut tersebut yang melakukan perekaman baru 1.484.477 orang, sedangkan belum melakukan perekaman berjumlah 265.226 orang.

Kumendong saat berada di ruang kerjanya kepada Manadoline Selasa (8/3) menambahkan masyarakat harus sadar betapa pentingnya KTP-El.

Sebelumnya diketahui sesuai amanat UU No.24 Tahun 2013 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk), maka KTP-El yang diterbitkan sejak 2011, berlaku seumur hidup.

“Pemegang KTP-El memiliki manfaat secara Nasional terdata sebagai penduduk tentu mendapat hak-hak sebagai warga Negara, secara administratif diketahui sebagai warga Negara,”jelas Kumendong.

Satu Juta Lebih Warga Sulut Pegang KTP-El Seumur Hidup

Lanjutnya bagi pemilik KTP-El saat keluar daerah, otomatis diketahui perlindungan sebagai warga negara. Paling ekstrim, jika terjadi kecelakaan dengan cepat bisa diidentifikasi data pribandinya.

Ditanyai masalah data pemberian kartu Indonesia sehat (KIS), kartu Indonesia pintar (KIP) dan kartu keluarga sejahtera (KKS) kepada masyarakat, Kumendong berharap jangan manipulasi data.

Faktanya sekarang, data kemiskinan di Sulut meningkat. Data penduduk miskin di Sulut 200 ribu sekian tetapi berdasarkan data diterima sebanyak sekitar 800 ribu,”kata Kumendong.

“Ada kepentingan merangkat naik, kita lihat kalau dapat bantuan banyak mengaku miskin. Tetapi prinsipnya program Pemerintahan Provinsi (Pemprov) lewat Gubernur Olly Dondokambey akan menseriusi program kemiskinan,”ungkap Kumendong.

Beberapa tahun terakhir data kemiskinan di Sulut meningkat 8 sekian persen. Satu sisi pertumbuhan ekonomi selalu naik, seharusnya ini berjalan seiring pertumbuhan ekonomi meningkat.

Seharusnya angka kemiskian dan pengangguran menurun. Itu artinya terjadi anomali, berarti program pemerintahan dan pembangunan kemungkinan banyak tidak langsung dalam artian miskin bertambah tetapi penduduk kaya semakin kaya.

Program pemerintah berusaha menekan kemiskinan dan itu diseriusi, juga ajakan kepada masyarakat yang belum memiliki KTP-El agar bersegerahlah mengurus di Kabupaten/Kota masing-masing,”pungkasnya. (srikandipangemanan)