Bencana Longsor Landa Minsel

Jalur Trans Sulawesi Sudah Bisa Diakses 

(Situasi longsor besar Desa Blongko Kecamatan Sinonsayang yang terjadi Sabtu malam (10/2/2018) hingga saat ini Minggu (11/2/2018)

AMURANG– Selang beberapa hari ini hujan deras disertai angin kecang tak kunjung redah. Akibatnya, musibah tanah longsor dan banjir melanda Minahasa Selatan (Minsel). Diantaranya, longsor jalan menuju Desa Tondey, jalur Raanan Motoling dan jalur di Kapitu dan Teep. Namun lokasi paling berat terjadi di Kecamatan Sinonsang.

Dimana longsor berat terjadi antaran Desa Blongko Kecamatan Sinonsayang dan Desa Sapa Kecamatan Tenga Peristiwa longsor besar tersebut terjadi pada Sabtu (10/2/2018) malam hingga saat ini Minggu (11/2/2018).

Longsor Desa Blongko Sinonsayang Minsel

Akibat tanah longsor itu satu unit rumah makan milik warga terbawa marterial batu, pohon, lumpur dan lainnya hingga mendekati pantai blongko. Untung pada peristiwa tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.

Namun akses arus lalu lintas dari arah Amurang menunju Kotamobagu dan sebaliknya lumpuh totol pada hari Sabtu hingga Minggu siang. Antrian panjang kendaraan di jalur trans Sulawesi cukup panjang.

Namun satu sigap dilakukan lintas sektor. Baik kepolisian, Pemkab Minsel, Pemerintah Kecamatan dan Desa cukup tinggi.

Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu dan Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo langsung menginstruksikan anak buah terjun lokasi.

Sejumlah alat berat milik Pemkab Minsel dari Dinas PU Minsel kemudian Nalai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XI Manado, tak berselang lama langsung berada di lokasi.

Proses pembersihan dikakukan sejak Sabtu sore hingga dini hari dan dilanjutkan pada Minggu.

Alat berat seperti eskavator, doser dan loder terlihat operator begitu gigih mengoperasikan alat-alat tersebut dengan mengangkat material-material longsor.

Meski medan yang cukup berat namun upaya membuka akses jalur trans Sulawesi tersebut tetap dilakukan.

Informasi yang diperoleh longsor yang terjadi diperbatasan dua desa tersebut  sekira 300 meter. Longsor berasal dari pegunungan Batu Tulu.

Akibatnya luapan longsor menutupi badan jalan itu hampir tak mampuh dibersihkan. Waktu menunjukkan pukul 00.00 wita akse baru dapat dibuka sekitat 50 meter.

Lagi-lagi pemerintah bersama Forkompinda tak menyerah. Upaya membuka akses tetap dilakukan padahal ketinggian materian sekitar tiga meter diatas badan jalan.

Upaya melakukan pembersihab akhirnya membuahkan hasil. Akses jalur trans Sulawesi bisa dibuka pada Minggu (11/2/2018) siang tadi.

Kapolres Minsel AKBP FX Winarni Prabowo SIK menegaskan akses jalan sudah biaa dilalui. Baik pemerintah dan Forkonpinda begitu giat melakukan penangganan di lokasi.

Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu juga menyatakan hal yang sama. Lewat Kabag Humas dan Prokoler Hendrie Palit menegaskan upaya yang dilakukan pemerintah sudah semaksimal mungkin. Segingga akses transportasi darat sudah bisa dilalui. (vivi)