IKLAN

Bawaslu: Dugaan Bagi-Bagi Sembako Mertua Oknum Calon Wali Kota Tidak Terbukti


Herwyn Malonda

Herwyn Malonda

MANADO – Teka teki mertua salah satu oknum calon Wali Kota Manado apakah terlibat bagi-bagi sembako sehari menjelang Pilkada Manado seperti dikabarkan tertangkap tangan oleh aparat pemerintah Kecamatan Paal Dua beberapa waktu lalu akhirnya terjawab.

Ini setelah Bawaslu Sulut melakukan klarifikasi kepada terlapor Evi Tendean dan pelapor pihak Pemerintah Kecamatan, ternyata tidak terbukti melakukan pelanggaran pemilu.

Menurut Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda, terlapor tidak memenuhi unsur pidana pemilu seperti dugaan yang terjadi selama ini. Pihak Bawaslu sendiri sudah meminta klaririkasi terhadap terlapor dan barang bukti beras memang dibeli sendiri dan atas nama sendiri.

“Itu dibuktikan dengan nota. Menurut terlapor, itu tanpa ada maksud mempengaruhi, dan terlapor itu memang benar-benar ingin berdiakonia,” kata Malonda.

Saat itu Evi sendiri yang membawa barang bukti beras itu. Dirinya juga mengakui memiliki hubungan saudara angkat dengan sang menantu oknum salah satu calon wali kota Manasd itu.

“Terlapor mengaku dia tidak disuruh oleh salah satu paslon atau tim. Bahkan terlapor sendiri membuktiksn barang tersebut dibelinya sendiri. Bahkan belum sempat dibagi-bagikan kepada masyarakat.

Dalam Pasal 73 UU 1/2015 dijelaskan Malonda, calon dan/atau tim Kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi Pemilih. “Unsur itu tidak masuk. Karena terlapor itu kapasitasnya bukan sebagai tim kampanye atau Paslon. Namun terlapor adalah warga masyarakat yang suka memberi dan berdiakonia,” katanya.

Kepada pihak pelapor, Bawaslu juga telah memberikan klarifikasi kalau sempat dibagikan. Ketika itu pihak pelapor melakukan pencegahan kemudian dibawa ke Panwascam. “Jadi dilakukan pencegah dulu. Dan hasil klarifikasi dengan terlapor ternyata sama. Jadi itu bukan pelanggaran. Unsur-7nsur dalam  pasal 73 tidak terpenuhi,” pungkas Malonda. (mom)