IKLAN

Banjir Interupsi, Paripurna Tutup Buka Sidang DPRD Gaduh


Anggota DPRD Manado Roy Maramis, saat mengajukan interupsi dalam sidang paripurna tutup buka sidang.

Anggota DPRD Manado Roy Maramis, saat mengajukan interupsi dalam sidang paripurna tutup buka sidang.

MANADO – Suasana rapat paripurna penutupan masa sidang tahun 2014 dan pembukaan masa sidang 1 tahun 2015, diruang paripurna gedung DPRD Kota Manado, diwarnai kegaduhan. Sejumlah anggota dewan mengajukan interupsi kepada Ketua Dewan Nortje Van Bone.

Syarifudin Saafa, meminta kejelasan pimpinan DPRD terkait dengan pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). “Pimpinan harus memperjelas, kapan waktu pembentukan AKD. Aspirasi masyarakat tidak bisa ditindaklanjuti secara kelembagaan, karena kita belum memiliki AKD khususnya komisi-komisi,” kata Saafa.

Hal yang sama juga dipertegas oleh anggota dewan lainnya Roy Maramis. “Pimpinan harus mempertegas kapan waktu pembentukan AKD,” ujar Maramis. “Sesuai dengan rapat Bamus, maka paling lambat Rabu, AKD akan segera dibentuk,” jawab Ketua Van Bone.

Sementara, terkait dengan usulan 21 peraturan daerah (Perda) dari pihak eksekutif yang perlu ditindaklanjuti dengan pembentukan Badan Pengesahan Peraturan Daerah. “Ada 21 usulan Perda dari pihak eksekutif yang harus ditindaklanjuti dengan pembentukan Badan Pengesahan Peraturan Daerah, jadi pimpinan harus memperhatikan hal ini,” ungkap Revani Parasan, dari Partai Hanura. (christian)