IKLAN

Bahas Perda Zonasi, Investor Asal Cina ” Curhat” ke DPRD Sulut


MANADO-Ngototnya DPRD Sulut membahas Ramperda Zonasi oleh Panitia Khusus ( Pansus) dan tim Pokja. Mulai membuat beberapa investor yang ada di Minahasa Utara tidak tenang.

Pansus Zonasi saat melakukan pembahasan ranperda Zonasi dengan tim Pokja

Pansus Zonasi saat melakukan pembahasan ranperda Zonasi dengan tim Pokja

Pasalnya, dengan adanya pembahasan Ramperda Zonasi beberapa kegiatan pertambagan dan reklamasi dihentikan sementara.

Dan tanpa diduga salah satu investor Mr Yang asal Cina, Senin (13/6) pukul 11.30 Wita, muncul di DPRD Sulut. Diketahui Mr Yang ini adalah investor asal Cina telah berinvestasi di Minahasa Utara, lewat perusahaan PT Migro Metal Perdana ( PT. MMP) yang mengelolah perusahaan pertambagan biji besih di Pulau Bangka, Likupang Timur.

Dari Pantauan manadoline.com, Mr Yang masuk ke ruangan Ketua DPRD Sulut, diterima langsung oleh Ketua Dewan, Andrei Angouw, Wakil Ketua, Wenny Lumentut, Marthen Manoppo dan Ketua Pansus Edwin Lontoh.

Sekira setengah jam melakukan pertemuan, Mr Yang bersama dengan dua rekannya meninggalkan Gedung Cengkih Sario Manado.

Informasi yang dirangkum dari sumber yang layak di percaya menyebutkan, kedatangan investor asal Cina ini karena menyampaikan keluhan soal dihentikannya sementara pertambangan biji besi yang dikelolahnya .

Yang kabarnya telah menghabiskan anggaran sekira 1 triliun. Dan dia juga mengharapkan agar di areal pertambangan bisa dibuatkan pelabuhan.

Sementara Ketua Dewan Andrei Angouw yang sempat dilakukan konfirmasi, ia membenarkan jika Pengusaha asal Cina itu telah bertemu dengannya.

“Karena datang bertamu,  kami harus menerimanya. Kalau masalah pertambangan itu bukan kewenangan  DPRD tapi pihak eksekutif,” jelas Angouw.

Sedangkan Wenny Lumentut menjelaskan, Mr Yang mengeluhkan soal pertambangan di pulau Bangka. Dengan alasan uangnya sudah habis sekira 1 triliun.  ” Perda Zonasi tidak terkait dengan pertambangan. Dan itu kewenanganya eksekutif. DPRD hanya membahas zona daerah -daerah pesisir,” papar Lumentut.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Pansus Zonasi, Edwin Lontoh. Mendengar keluhan dari Mr Yang. Pada Intinya Pansus Zonasi  tidak membahas apa yang sudah ditetapkan RTRW, tapi Pansus Zonasi berharap ini bisa selaras. “Jadi kalau ada persoalan yang lain misalnya pengeluhan Mr Yang harus ada pelabuhan di pulau Bangka itu bukan kewenangan Pansus zonasi,” tegas Lontoh. (mom)

 

Manado Fiesta 2017