IKLAN

Aztry, Calon Pendeta yang Dibunuh: Ortu Angga Tak Setuju Hubungan Saya Karena Anak Desa


Foto almarhum Aztry Akay dan ALW alias Angga kini tinggal kenangan

Foto almarhum Aztry Akay dan ALW alias Angga kini tinggal kenangan

RATAHAN—Dugaan penyebab AWL alias Angga nekat menghabisi nyawa Aztry Akay (22) dengan 10 tikaman di lehar dan tangan karena kesal hubungan cintanya diputusin Aztry makin kuat. Pasalnya, Aztry pernah mengakui kalau hubungan cintanya dengan lelaki yang pernah menjadi anggota Pol PP Pemkot Tomohon tidak disetujui oleh keluarga Angga.

“Angga itu sudah sangat dekat dengan keluarga karena dia sering datang ke rumah Aztry serta keluarga lainnya di Desa Moreah. Kami juga kenal Angga adalah anak baik-baik,” cerita Oma Aztry, Femmy Lolowang.

Menurut sang Oma, cucunya pernah bercerita kepada ibunya kalau keluarga Angga tidak setuju mereka pacaran.

“Belum lama ini, Aztry pernah katakan kalau orangtua Angga tidak setuju jika anaknya pacaran dengan Aztry karena orang kampung. Makanya Aztry meminta kepada Angga untuk tidak lagi meneruskan hubungan mereka berdua,” katanya di depan jenazah Aztry.

Sekadar diketahui, Aztry adalah sulung dari dua bersaudara. Ayahnya sudah tiada sejak 1998. Saat itu bulan Juli, Arie Akay, ayah Aztry dikeroyok sekelompok orang hingga tewas. “Ayah Aztry ketika itu dari Desa Moreah menuju ke Desa Morea 1 mengikuti arisan keluarga. Sekira pukul 12.00 malam, kami informasi Arie sudah meninggal di perempatan Desa Morea 1.

Padahal sebelumnya, kami tidak pernah dengar kalau Arie ada kasus atau masalah dengan orang lain, karena orangnya sangat baik dan pendiam,” ujar Berty Akay, paman Aztry yang juga adik dari alm. Ayahnya.

 

Sejak itu Ditry Sondakh, bertindak sebagai ibu sekaligus ayah menghidupi kedua anaknya hingga sampai mengenyam pendidikan perguruan tinggi. Aztry sendiri sudah berhasil menyelesaikan study D3. Dia pun melanjutkan jenjang pendidikan di Sekolah Tinggi Theologia (STT) Parakletos Tomohon.

Cita-cita Ditry pada anaknya sangat mulia, agar anak sulungnya tersebut boleh menjadi seorang pendeta dan melayani semua warga.

Sayang, peristiwa menyedihkan 17 tahun lalu yang menimpa Ditry atas peristiwa dialami suaminya terulang kembali. Kini anak sulungnya, Aztry, mahasiswa semester VIII di STT Parakletos Tomohon mengalami nasib seperti ayahnya. “Kami keluarga menuntut keadilan dan berharap ada kerjasama dari pihak berwajib untuk mengungkap lebih jauh atau lebih dalam lagi kasus pembunuhan ini,” kata Oma Aztry, Femmi Lolowang. (anto reppy)